Ngayah di Pura Hulun Danu Batur. (sumber: bali.kemenag.go.id)
INDOZONE.ID - Bali merupakan daerah yang terkenal dengan budaya tradisionalnya. Salah satu tradisi yang masih dilakukan hingga sekarang adalah tradisi Ngayah. Tradisi ini dilakukan oleh seseorang atau sekelompok warga sebagai wujud empati dan inisiatif sosial masyarakat Bali untuk bergotong royong bekerja secara sukarela, guna mempersiapkan sebuah prosesi adat yang akan diselenggarakan di daerah. Tradisi Ngayah membangun komunikasi sekaligus menjadi media bersosialisasi dengan masyarakat. Tradisi ini juga membangun toleransi serta menjadi awal untuk saling mengenal antar masyarakat.
Baca juga: Makna dan Nilai Tedhak Siten: Tradisi Turun Tanah dalam Kehidupan Masyarakat Jawa
Ngayah merupakan bagian dari tradisi yang berakar pada nilai budaya lokal dengan pondasi nilai filosofis Agama Hindu. Tujuan utama tradisi Ngayah adalah melakukan bakti terhadap Tuhan melalui kerja nyata, melaksanakan pekerjaan berbentuk fisik, sosial, dan verbal. Ngayah memberikan keyakinan manusia akan kebesaran Tuhan dan nilai hidup sosial. Nilai hidup ini mengembangkan toleransi dan kebersamaan antar masyarakat. Tradisi ini juga membangun nilai partisipasi yang mengandung makna sebagai pengembang semangat kebersamaan. Melalui aspek spiritual, Ngayah bersifat nyata dan fungsional dalam kehidupan masyarakat Bali.
Ngayah menjadi kewajiban sosial masyarakat Bali dan dilaksanakan secara gotong royong dengan hati yang tulus ikhlas. Salah satu contohnya terjadi pada Kamis, 20 September 2018. Mengutip dari Kementerian Agama Kabupaten Bangli, Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli bersama Pemerintah Kabupaten Bangli mendapat undangan untuk melaksanakan ngayah di Pura Hulun Danu Batur, Desa Pakraman Songan, Kec. Kintamani, Bangli, sehubungan dengan upacara karya Ngusaba Kapat.
Baca juga: Mengenal 6 Tari Tradisional Bali, Warisan Budaya yang Memesona
Perwujudan nilai budaya Hindu dalam tindakan Ngayah membentuk prinsip spiritualitas yang tinggi, dengan pusat pada kemuliaan Ida Sang Hyang Widhi sebagai pencipta segala yang ada serta pemberi kesejahteraan bagi kehidupan manusia. Ngayah sebagai bentuk aktualisasi nilai kebudayaan memuat cita-cita dan perwujudan kebijaksanaan dalam kehidupan pelaksananya. Hal ini membentuk makna yang berpengaruh bagi kesejahteraan hidup manusia. Kegiatan Ngayah diyakini sebagai tindakan yang didasari kesadaran akan tanggung jawab dan inisiatif pengabdian ikhlas kepada Tuhan, sekaligus menjadi media untuk membawa diri menuju kesejahteraan hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bali.kemenag.go.id