Kampung Ciptagelar (gmaps.com).
INDOZONE.ID - Pernah dengar soal Kampung Ciptagelar? Kalau belum, wajar banget. Soalnya kampung ini memang bukan destinasi yang sering muncul di timeline media sosial.
Tapi begitu tahu ceritanya, kamu bakal sadar kalau Ciptagelar itu bukan desa biasa.
Ini adalah desa adat di Jawa Barat yang sampai sekarang masih menjaga tradisi leluhur dengan serius.
Budayanya kuat, kehidupan warganya masih agraris, dan cara pandang hidupnya beda banget dari kehidupan modern yang serba cepat seperti sekarang.
Kalau selama ini kita cuma baca soal desa adat di buku sejarah atau lihat di film dokumenter, Ciptagelar itu versi nyatanya. Masih ada, masih hidup, dan masih dijaga sampai hari ini.'
Baca juga: Pola Lantai Tari Saman: Filosofi, Makna, dan Nilai Kekompakan Budaya Aceh
Letaknya ada di Sukabumi, Jawa Barat. Aksesnya memang nggak semudah pergi ke kota wisata pada umumnya karena berada di kawasan pegunungan, tepatnya di sekitar area Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Suasananya sejuk, dikelilingi hutan dan alam yang masih asri. Di sinilah komunitas Kasepuhan Ciptagelar tinggal.
Mereka adalah masyarakat adat Sunda yang tetap mempertahankan sistem kehidupan tradisional yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu, bahkan disebut sudah ada sejak abad ke-14.
Yang bikin banyak orang kagum, termasuk peneliti budaya dan wisatawan dari luar negeri, adalah konsistensi mereka menjaga adat dan tradisi di tengah dunia yang terus berubah.
Saat desa lain mulai meninggalkan cara lama dan beralih ke sistem modern, Ciptagelar justru tetap teguh dengan aturan dan nilai yang sudah diwariskan leluhur mereka.
Baca juga: Kirab Bregodo Keraton dan Ritual Padusan, Tradisi Mandi Bersama sebelum Ramadhan
Nggak heran kalau kampung ini sering jadi bahan penelitian dan destinasi wisata budaya.
Kalau kamu penasaran apa saja yang bikin Ciptagelar begitu istimewa, lanjut simak pembahasannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber