Ilustrasi keluarga saling memaafkan saat hari raya Idul Fitri (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Bagi umat Muslim, perayaan Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen istimewa yang penuh dengan kegembiraan.
Perayaan ini dianggap sebagai bentuk kemenangan spiritual setelah satu bulan penuh berjuang mengendalikan diri dan hawa nafsu melalui rangkaian ibadah.
Salah satu kebiasaan yang melekat pada tradisi Lebaran adalah saling memohon maaf. Dalam adat masyarakat Jawa, terdapat prosesi "sungkem" yang dilakukan untuk meminta maaf kepada orang tua, seperti ayah dan ibu.
Selain kepada orang yang lebih tua, tradisi sungkem juga bisa dilakukan kepada sanak saudara maupun teman sebaya.
Bahasa yang dipakai pun berbeda, mulai dari ngoko, krama, hingga krama inggil untuk orang tua atau yang kita hormati. Berikut adalah contoh kalimat meminta maaf saat lebaran dalam bahasa Jawa.
Baca juga: Mengenal Kampung Ciptagelar di Jawa Barat, Desa Adat yang Tetap Jaga Tradisi Sejak Abad 14
Biasanya digunakan untuk suasana akrab dan santai, seperti kepada teman sebaya, adik, atau orang yang sudah dekat.
1. Sugeng riyadi, sepurane nek aku ana salah.
Artinya: Selamat hari raya, maaf kalo aku ada salah.
2. Sugeng riyadi, aku njaluk ngapura nek ana salah sing disengaja utawa ora.
Artinya: Selamat hari raya, aku minta maaf kalo ada salah yang disengaja ataupun enggak.
3. Sepurane nek aku pernah gawe salah karo koe.
Artinya: Maaf kalo aku pernah buat atau ngelakuin kesalahan sama kamu.
4. Aku sadar isih akeh salahku, muga-muga kowe gelem ngapura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan