Dussehra Festival (Britannica)
INDOZONE.ID - Dussehra bukan cuma festival penuh warna dan kembang api. Di balik kemeriahannya, tersimpan kisah epik, sejarah panjang, dan filosofi kuat tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan yang masih relevan hingga sekarang.
Dirayakan oleh jutaan umat Hindu di India hingga berbagai belahan dunia, Dussehra selalu berhasil mencuri perhatian, baik dari sisi budaya, spiritual, maupun visualnya yang spektakuler.
Dussehra menjadi puncak dari Navratri, perayaan sembilan malam yang didedikasikan untuk menghormati Dewi Durga dan kekuatan feminin ilahi.
Secara etimologi, “Dussehra” berasal dari kata Sanskerta “dasha” (sepuluh) dan “hara” (mengalahkan), yang menggambarkan momen runtuhnya kekuatan jahat yang diwakili oleh sosok berkepala sepuluh.
Festival ini biasanya jatuh pada hari ke-10 bulan Ashvina (sekitar September–Oktober), mengikuti kalender lunar Hindu. Karena sistem kalender bulan tidak selalu selaras dengan kalender Masehi, durasi Navratri bisa sedikit berubah, bahkan kadang hanya berlangsung delapan hari sebelum Dussehra tiba.
Baca juga: 9 Hari Penuh Keajaiban! Rahasia di Balik Durga Puja dan Navratri yang Memiliki Makna Mendalam
Akar utama Dussehra berasal dari epos legendaris Ramayana. Dalam cerita ini, Ravana menculik Sita, yang memicu peperangan besar.
Rama yang juga dipercaya sebagai inkarnasi Dewa Wisnu, berjuang menyelamatkan Sita dengan bantuan Lakshmana, Hanuman, serta pasukan kera (vanara). Setelah pertempuran panjang dan penuh strategi, Rama akhirnya mengalahkan Ravana menggunakan senjata sakti Brahmastra.
Kemenangan ini bukan sekadar akhir dari peperangan, tetapi simbol bahwa kebenaran, kesetiaan, dan keberanian akan selalu menang melawan keserakahan dan kejahatan.
Salah satu momen paling ditunggu saat Dussehra adalah “Ravana dahan”, yaitu ritual pembakaran patung raksasa Ravana.
Patung ini biasanya dibuat setinggi puluhan meter dan diisi dengan kembang api. Saat malam tiba, patung tersebut dibakar di tengah keramaian, menciptakan pertunjukan visual yang dramatis sekaligus penuh makna.
Tradisi ini melambangkan kehancuran kejahatan dan menjadi pengingat bahwa sekuat apa pun keburukan, pada akhirnya akan runtuh.
Menariknya, Dussehra tidak dirayakan dengan cara yang sama di setiap daerah. Justru, keberagaman tradisi inilah yang membuat festival ini semakin kaya secara budaya.
Perayaan diramaikan dengan Ramlila, yaitu pertunjukan teater rakyat yang mengisahkan perjalanan Rama. Acara ini biasanya berlangsung berhari-hari dan berakhir dengan adegan klimaks: kekalahan Ravana dan pembakaran patungnya.
Di wilayah ini, Dussehra dirayakan tanpa pembakaran patung. Sebagai gantinya, masyarakat menggelar arak-arakan dewa lokal dan memuliakan Raghunath. Festival berlangsung hingga seminggu dengan nuansa yang lebih sakral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica.com