Dalang Jawa sedang memainkan wayang. Ilustrasi Pepatah Jawa Kuno. (Nano Banana)
INDOZONE.ID - Masyarakat Indonesia kerap menggunakan peribahasa atau ungkapan ketika berkomunikasi. Jika ditelisik lebih dalam, budaya Jawa juga memiliki ungkapan dan peribahasa yang amat menarik untuk diketahui.
Masyarakat Jawa memiliki sebuah prinsip dalam menjalani kehidupan, yaitu menjaga budaya adi luhur yang diturunkan oleh nenek moyang. Salah satu bentuk budaya adi luhur yang hingga saat ini masih dijaga dan digunakan oleh kebanyakan masyarakat Jawa untuk menjalani kehidupan adalah pepatah Jawa kuno.
Pepatah Jawa kuno masih dicari di tengah modernitas karena memiliki makna mendalam yang dapat memberikan banyak pelajaran bijak untuk menjalani kehidupan. Namun, sebelum melangkah lebih jauh untuk mempelajari deretan ungkapan bijak tersebut, penting bagi kita untuk memahami apa perbedaan mendasar antara peribahasa dan pepatah dalam kebudayaan kita.
Apa Beda Peribahasa dan Pepatah?
Dalam percakapan sehari-hari, kedua istilah ini sering kali dianggap sama, padahal ada perbedaan yang cukup jelas. Peribahasa memiliki arti kelompok kata atau kalimat yang susunannya, biasa mengiaskan maksud tertentu. Dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan. Peribahasa juga dapat didefinisikan sebagai ungkapan untuk menyampaikan pesan tersirat.
Di sisi lain, pepatah merupakan peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran, yang biasanya diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Dengan kata lain, pepatah adalah bagian dari peribahasa yang fungsinya jauh lebih spesifik, yakni sebagai media untuk menyampaikan petuah, wejangan, dan pedoman moral.
Lebih jauh lagi, dalam disertasinya, Hendrokumoro (2016) memaparkan bahwa budaya Jawa memiliki 8 jenis peribahasa. Berikut adalah rinciannya:
- Paribasan
Secara teknis, paribasan merupakan satuan gramatikal dengan struktur tetap yang bersifat lugas dan tidak mengandung perumpamaan, namun memiliki makna kiasan.
- Bebasan
Bebasan merupakan peribahasa yang memiliki bentuk yang tetap, memiliki makna kias, serta menekankan pada perumpamaan keadaan atau tindak-tanduk seseorang.
- Saloka
Peribahasa Jawa yang berbentuk kata-kata tetap dan memiliki kesamaan antara penggunaan dan maknanya. Aspek yang diutamakan adalah subjek atau orangnya, yang diumpamakan adalah orang, sifat, atau keadaannya dengan menggunakan perumpamaan berupa hewan atau benda.
- Pepindhan
Berfungsi sebagai instrumen penyamaan. Pepindhan sering menggunakan kata pembanding seperti lir, pindha, kaya, atau sinonimnya untuk menyamakan benda dengan manusia.
- Sanepa
Merupakan perumpamaan sifat yang maknanya justru menunjukkan perlawanan atau penyangatan.
- Panyandra
Digunakan untuk menggambarkan keindahan fisik sebagai bentuk pujian yang mengesankan.
- Isbat: Wujud dari isbat mirip dengan saloka, yang isinya atau maksud yang dikandungnya berhubungan dengan dimensi metafisika, filsafat, atau ilmu gaib yang mengandung pesan-pesan spiritual.
- Semboyan
Semboyan merupakan satuan kalimat berbentuk bentuk yang berfungsi menciptakan optimisme dan prinsip bertindak.
Contoh Pepatah Jawa Penuh Makna sebagai Pedoman Hidup
Pepatah Jawa sarat akan nilai kehidupan dan kebijaksanaan yang diturunkan oleh leluhur. Di dalam makna yang terkandung pada pepatah Jawa memiliki ajaran yang kaya akan nilai-nilai moral, yang dapat dijadikan sebagai penuntun untuk menyikapi sebuah permasalahan. Berikut adalah 80 contoh pepatah Jawa paling populer beserta maknanya:
- Urip iku urup
Hidup itu harus bermanfaat dan bersinar (memberi cahaya/manfaat) bagi orang lain di sekitar kita. Sekecil apa pun manfaat yang kita berikan, jangan sampai menjadi orang yang meresahkan masyarakat.
- Memayu hayuning bawana
Manusia berkewajiban untuk menjaga, merawat, dan memperindah keharmonisan dunia.
- Alon-alon waton kelakon
Lakukanlah pelan-pelan asal tujuan dan rencana bisa terlaksana dan berhasil dengan baik. Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai.
- Sura dira jaya jayaningrat, lebur dening pangastuti
Segala bentuk sifat keras hati, amarah, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan oleh kesabaran dan kelembutan kasih sayang.
- Jer basuki mawa beya
Kesuksesan, keberhasilan, atau kebahagiaan membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan biaya.
- Ngundhuh wohing pakerti
Apa pun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan.
- Mikul dhuwur mendhem jero
Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua.
- Becik ketitik, ala ketara
Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.
- Sepi ing pamrih, rame ing gawe
Melakukan suatu pekerjaan tanpa merasa pamrih.
- Ana catur mungkur
Adu mulut pertentangan, percekcokan sebisa mungkin untuk dihindari agar senantiasa bisa menyelesaikan masalah secara bijak. Makna di balik ungkapan ini adalah sikap bijak seseorang yang enggan mempedulikan gunjingan atau pembicaraan buruk dari orang lain.
- Bibit, bebet, bobot
Menilai kualitas seseorang secara mendetail berdasarkan asal muasal, peranan, dan kiprah atau rekam jejak yang telah diperbuat.
- Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa
Pertentangan atau konflik hanya akan menyebabkan perpecahan, sedangkan kerukunan akan membuat hidup menjadi kuat dan sentosa.
- Anak polah bapa kepradah
Tingkah laku anak mempunyai imbas langsung bagi orang tua. Jika anak bertingkah laku buruk, orang tua akan ikut terdampak buruk, begitu pula sebaliknya.
- Dhuwur wekasane, endhek wiwitane
Kesengsaraan atau kerja keras di masa awal yang pada akhirnya membuahkan kemuliaan dan kesuksesan.
- Gupak pulute ora mangan nangkane
Sudah ikut berjuang susah payah atau terseret penderitaan, tetapi tidak ikut menikmati manisnya keberhasilan atau hasilnya.
- Ana dina, ana upa
Setiap perjuangan, usaha, dan kerja keras pasti akan selalu ada hasil yang nyata (ada hari, ada nasi).
- Adhang-adhang tetese embun
Berharap pada sesuatu dengan hasil apa adanya, layaknya orang yang pasrah berharap pada tetesan embun.
- Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh
Upaya yang dilakukan secara perlahan-lahan, namun karena ketekunan akhirnya tujuannya akan tercapai juga.
- Kena iwake aja nganti buthek banyune
Berusahalah dalam mencapai tujuan dan keinginan tanpa harus menimbulkan kerusakan atau keributan di sekitarmu.
- Sabar sareh mesthi bakal pikoleh
Pekerjaan apa pun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa; lakukan dengan sabar agar berhasil dengan baik.
- Tuna sathak bathi sanak
Tidak masalah merugi sedikit harta atau materi, asalkan mendapatkan sahabat atau bertambah persaudaraan.
- Jaman iku owah gingsir
Ruang, waktu, serta zaman akan selalu dinamis, berputar, dan terus berubah.
- Kakehan gludhug, kurang udan
Terlalu banyak berbicara, berjanji, atau membual tetapi minim usaha dan pembuktian (banyak petir, kurang hujan).
- Kaya banyu karo lenga
Orang yang tidak pernah bisa rukun atau menyatu, ibarat air dan minyak.
- Kebo nyusu gudel
Kaum tua (senior) yang tidak malu menimba ilmu atau berguru kepada kaum muda (junior).
- Manunggaling kawula gusti
Manunggalnya atau bersatunya antara hamba (kawula) dengan sifat-sifat kebaikan Tuhannya.
- Nabok nyilih tangan
Pengecut yang memanfaatkan atau mempergunakan tangan orang lain untuk melakukan suatu niat buruk/kejahatan.
- Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake
Menyerbu tanpa membawa pasukan, menang tanpa harus merendahkan lawan; wujud sifat kesatria yang berbudi pekerti luhur.
- Adigang, adigung, adiguna
Sifat sombong yang selalu mengandalkan dan menonjolkan kekuatan, kekuasaan, serta kepintaran yang dimiliki.
- Sluman slumun slamet
Orang yang meskipun terlihat kurang hati-hati dalam bertindak, tetapi masih senantiasa diberi keselamatan oleh Tuhan.
- Dhemit ora ndulit, setan ora doyan
Doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, dihindarkan dari segala bentuk halangan, rintangan, maupun bahaya.
- Beras wutah arang bali menyang takere
Menggambarkan sesuatu (seperti kepercayaan atau hubungan) yang sudah telanjur rusak tidak akan bisa kembali utuh seperti semula.
- Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake
Orang yang kehadirannya hanya menyebabkan keburukan atau masalah pada akhirnya pasti akan disingkirkan oleh lingkungannya.
- Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang
Kondisi terbalik di mana perkara yang buruk justru dianggap baik, sedangkan yang baik malah dianggap buruk.
- Jagakake endhoge si blorok
Terlalu menggantungkan harapan pada sesuatu hal yang belum pasti wujudnya.
- Jalma angkara mati murka
Seseorang yang mendapatkan balasan kesulitan atau kehancuran akibat keserakahan dan kemarahannya sendiri.
- Kebat kliwat, gancang pincang
Segala tindakan yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan tidak dipikir matang pasti hasilnya tidak akan sempurna.
- Kendel ngringkel, dhadang ora godak
Orang yang sombong mengaku berani dan pintar, namun pada kenyataannya hanyalah seorang penakut dan bodoh.
- Kumenthus ora pecus
Menggambarkan orang yang banyak membual tanpa bukti dan tidak becus dalam mengerjakan apa pun.
- Lambe satumang kari samerang
Orang yang sudah berkali-kali dinasihati dengan sabar tetapi tetap saja membandel dan tidak mau mendengarkan.
Pepatah Jawa Kuno dan Makna
Pertunjukan Reog Ponorogo di Jerman (Z Creators/Aulia Kurnia)
- Milih-milih tebu oleh boleng
Seseorang yang terlalu banyak memilih dan menuntut kesempurnaan, tapi pada akhirnya malah mendapatkan yang paling buruk.
- Ngajari bebek nglangi
Melakukan suatu pekerjaan atau memberi tahu hal yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya (karena yang diberi tahu sudah lebih pintar).
- Obah ngarep kobet mburi
Segala tindakan atau moral dari seorang pemimpin di depan pasti akan diikuti oleh anak buahnya di belakang.
- Pitik trondhol diumbar ing padaringan
Orang yang tidak amanah; ketika diberi kepercayaan menjaga barang berharga, pada akhirnya hanya bisa menghabiskannya.
- Sembur-sembur adus, siram-siram bayem
Sebuah cita-cita atau tujuan yang akhirnya bisa terlaksana dengan sukses karena mendapat dukungan doa dari banyak orang.
- Bathok bolu isi madu
Menggambarkan sosok orang dari kalangan bawah atau terlihat biasa saja, namun ternyata sangat kaya akan ilmu pengetahuan.
- Busuk ketekuk, pinter keblinger
Orang yang bodoh maupun orang yang terlalu pandai suatu saat sama-sama akan mengalami titik kesulitan dalam hidupnya.
- Desa mawa cara, negara mawa tata
Setiap daerah atau tempat pasti memiliki adat istiadat dan aturan yang berbeda-beda, karenanya kita harus saling menghormati.
- Dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan
Meskipun tidak ada ikatan darah sama sekali, namun rasanya sudah seperti keluarga; jika ada duka akan ikut merasa sangat kehilangan.
- Kacang ora ninggal lanjaran
Kebiasaan, sifat, atau watak seorang anak biasanya akan selalu meniru dan tidak jauh berbeda dari orang tuanya.
- Kebo mulih menyang kandhange
Sejauh-jauhnya seseorang merantau mencari penghidupan, pada akhirnya pasti akan rindu dan pulang ke kampung halamannya.
- Kesandhung ing rata, kebentus ing tawang
Seseorang yang menemui musibah atau malapetaka yang datang secara tiba-tiba dan tidak disangka-sangka sebelumnya.
- Tunggak jarak mrajak tunggak jati mati
Kondisi zaman di mana perkara yang jelek justru merajalela, sedangkan perkara yang baik perlahan mulai tersingkirkan.
- Ngono ya ngono ning aja ngono
Boleh saja engkau berperilaku atau bersikap sekehendakmu, namun jangan sampai sikapmu melanggar norma dan merugikan orang lain.
- Sapa sira sapa ingsun
Janganlah suka menggurui, memerintah, memaksakan kehendak, atau mencampuri urusan orang lain tanpa izin.
- Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman
Jadilah manusia yang tangguh; jangan mudah heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut, dan jangan manja.
- Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka
Jangan merasa diri paling pandai agar tidak salah arah, dan jangan suka berbuat curang agar hidupmu tidak celaka.
- Mangan ora mangan sing penting ngumpul
Bagi keluarga, urusan makan atau tidak makan (kaya atau miskin) itu urusan belakangan, yang terpenting adalah kebersamaan dan bisa berkumpul.
- Diobong ora kobong, disiram ora teles
Menjadi pribadi yang ulet, tekun, dan sangat tangguh menghadapi segala rintangan dan ujian hingga akhirnya berhasil meraih kejayaan.
- Nguyahi banyu segara
Melakukan suatu perbuatan yang membuang-buang waktu dan sia-sia belaka, ibarat menaburkan garam ke lautan luas.
- Urip iku saka Pangeran, bali marang Pangeran
Kesadaran spiritual bahwa hidup ini berasal dari Tuhan dan kelak pasti akan kembali berpulang kepada Tuhan.
- Beda neng lambe beda neng ati
Sifat munafik di mana apa yang diucapkan di mulut sangat jauh berbeda dengan apa yang diniatkan di dalam hati (lain di mulut lain di hati).
- Wani ngalah, luhur wekasane
Berani mengalah demi kerukunan dan kepentingan bersama adalah wujud sikap kesatria yang berjiwa besar dan berbudi luhur.
- Wani silit, wedi rai
Karakter seorang pengecut yang hanya berani menyindir di belakang layar, namun ketakutan ketika harus berhadapan secara langsung.
- Asu rebutan balung
Manusia yang saling bertengkar dan berkonflik hebat hanya untuk memperebutkan suatu hal yang sifatnya sangat sepele (remeh temeh).
- Kutuk marani sunduk
Orang yang dengan sengaja, ceroboh, dan bodoh malah menyerahkan dirinya mendekati sumber mara bahaya.
- Yen wedi aja wani-wani, yen wani aja wedi-wedi
Jadilah engkau pribadi yang mempunyai prinsip yang kuat, tegas dalam mengambil keputusan, dan pantang ragu-ragu.
- Manungsa mung ngunduh wohing pakarti
Kehidupan manusia, entah itu berujung baik atau buruk, sejatinya adalah akibat dan ganjaran dari perbuatannya sendiri di masa lalu.
- Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan
Sebaik-baiknya kualitas seseorang adalah ketika ia ikhlas memberikan pertolongan secara sembunyi-sembunyi tanpa mengharap pujian.
- Sabar iku ingaran mustikaning laku
Bertingkah laku dengan mengedepankan sifat kesabaran itu diibaratkan seperti memiliki permata yang sangat indah dalam kehidupan.
- Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan pinter, nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa
Jangan menjadi orang sombong yang merasa bisa dan merasa paling pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan peka dalam menjaga perasaan sesama.
- Aja mbedakake marang sak sapadha-pada
Hargailah segala perbedaan, jangan pernah sombong dan membeda-bedakan kelas derajat sesama manusia.
- Ambeg utomo, andhap asor
Berusahalah selalu menjadi yang paling utama atau unggul dalam prestasi, namun tetap menjaga kerendahan hati saat bersikap.
- Witing tresno jalaran soko kulino
Rasa cinta sejati atau kasih sayang biasanya dapat tumbuh secara alami karena adanya faktor kebiasaan bersama.
- Janma tan kena ing ina
Setiap manusia memiliki martabat dan harga dirinya masing-masing, oleh sebab itu manusia tidak pantas untuk diolok-olok atau dihina.
- Cegah dahar lawan guling
Nasihat untuk rutin melatih pengekangan hawa nafsu dengan cara mengurangi porsi makan dan mengurangi kebiasaan tidur (tirakat).
- Sak begja-begjane wong lali, ijik luwih begja wong eling
Seberuntung-beruntungnya orang yang sedang lupa diri (lengah), pada akhirnya masih jauh lebih beruntung orang yang senantiasa ingat dan waspada.
- Sadawa dawane lurung, ijik dawa gurung
Rahasia atau pembicaraan orang (gosip) akan sangat mudah dan cepat tersebar luas hingga tak terbatas jangkauannya.
- Sanyari bumi, sakdhumuk bathuk, ditohi pati
Pesan keberanian untuk membela kehormatan keluarga (istri) serta kedaulatan jengkal tanah air, bahkan jika harus bertaruh nyawa sekalipun.
- Rebut balung tanpa isi
Menghabiskan energi untuk berdebat atau berselisih demi memperebutkan sesuatu yang sama sekali tidak ada manfaat dan nilainya.
Meneladani Nasihat Leluhur Lewat Pepatah Jawa
Pepatah tak hanya bisa dibuat dengan bahasa Indonesia saja, namun juga bisa dibuat dengan bahasa daerah, salah satunya yakni bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan bahasa keseharian yang digunakan oleh orang-orang Suku Jawa. Bahasanya yang singkat namun bermakna ini pun membuat pepatah Jawa masih digunakan hingga saat ini.
Selain sepuluh daftar di atas, masih banyak pepatah lain yang kerap dijadikan pengingat sehari-hari. Misalnya saja pepatah Wani ngalah luhur wekasane yang berarti berani mengalah pada akhirnya akan mendapatkan kemuliaan. Ada pula Bibit, bebet, bobot yang bermakna menilai kualitas secara mendetail berdasar asal muasal, peranan, dan kiprah yang telah diperbuat.
Kita juga diajarkan tentang kedinamisan dunia lewat pepatah Cakra manggilingan, yang mengajarkan bahwa kehidupan itu dinamis seperti roda yang berputar, tidak tinggi ketika dipuji tidak jatuh ketika dimaki. Manusia diminta untuk tetap berbuat baik, benar serta senantiasa mengingat Tuhan.
Kamu dapat menjadikan pepatah Jawa sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur dari pepatah-pepatah ini, kamu tidak hanya dapat memperbaiki kualitas diri sendiri, tetapi juga turut serta melestarikan kebudayaan Jawa yang begitu kaya.
Sumber Referensi:
- Dirdjosiswojo. (1956). Paribasan. Jogjakarta: Kalimosodo.
- Hendrokumoro. (2016). Peribahasa dalam Bahasa Jawa. Disertasi. Yogyakarta: Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
- Widati, S., Rahayu, P., dan Prabowo, D.P. (2015). Ensiklopedi Sastra Jawa. Yogyakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.