INDOZONE.ID - Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dan bersejarah bagi umat muslim. Di malam istimewa ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan yang melampaui batas logika manusia.
Lewat Isra Miraj, Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya, dan memberi penguatan pada Rasulullah yang saat itu lagi diberi cobaan berat.
Di artikel ini, kita akan menelusuri sejarah peristiwa Isra Miraj. Mulai dari latar belakang terjadinya, perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha. Yuk, simak kisah luar biasa yang penuh pelajaran ini!
Sejarah Isra Miraj
Ilustrasi Isra' Mi'raj (freepik)
Arti dari Isra Miraj
Dalam bahasa Indoensia, Isra’ berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Mi’raj adalah kenaikan. Jadi, ada dua peristiwa yang terjadi dalam perjalanan agung Rasulullah pada saat itu.
Isra’ menandakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah, ke Masjidil Aqsa di Palestina.
Sementara Mi’raj merupakan kelanjutan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsa ke langit ke tujuh sampai Sidratul Muntaha.
Baca juga: 3 Khutbah Jumat Singkat tentang Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
Latar Belakang Peristiwa
Sebelum terjadinya Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW lagi berada dalam situasi yang berat. Kondisi tersebut sampai dinamakan ‘Amul Huzni atau tahun kesedihan.
Soalnya, Rasullullah habis ditinggal wafat oleh istrinya, Siti Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Keduanya adalah sosok yang begitu penting dalam perjalanan hidup dan dakwah beliau.
Ditambah lagi, saat itu terjadi penolakan yang makin keras dari kaum Quraisy pada dakwah Islam. Dalam kondisi penuh ujian, Allah SWT memberi penguatan kepada Nabi Muhammad SAW lewat peristiwa Isra Miraj.
Baca juga: Memaknai Perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan
Kronologi Perjalanan Isra Miraj
Peristiwa penting ini terjadi pada malam 27 Rajab. Saat itu, Rasulullah ditemui oleh Malaikat Jibril. Dengan menaiki Buraq, makhluk dengan kecepatan luar biasa, beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
Dalam sebuah riwayat, kendaraan tersebut punya kecepatan hanya sedekipan mata. Perjalanan panjang yang harus dilalui Nabi Muhammad SAW selama berhari-hari akhirnya hanya dilakukan dalam semalam. Ini juga yang menjadi tanda kebesaran Allah SWT.
Setelah itu, beliau melanjutkan perjalanan Mi’raj. Nabi Muhammad SAW ditemani Malaikat Jibril menembus lapisan langit sampai yang ke tujuh.
Di setiap lapisan, Rasulullah bertemu Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim. Hingga akhirnya beliau naik ke Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Di sinilah perintah salat lima waktu turun untuk umat Islam.
Awalnya, perintah salat diwajibkan 50 kali dalam sehari. Namun, Rasulullah minta keringanan agar umat muslim tetap bisa melaksanakan salat tanpa menganggu aktivitas lainnya. Akhirnya Allah SWT menetapkan salat menjadi 5 waktu dalam sehari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BAZNAS, Nu Online