INDOZONE.ID - Satu pekan setelah Hari Raya Lebaran, masyarakat Jawa mempunyai tradisi Syawalan. Hal ini ditandai dengan kupatan.
Untuk menjaga tradisi agar tidak luntur, Sanggar Rojolele yang berada di Dusun Kaibon, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, mengadakan Bakdo Kupat selama dua hari, Kamis-Jumat (26-27/3/2026).
Menurut Eksan Hartanto, Pimpinan Sanggar Rojolele, hari pertama ada workshop pembuatan ketupat yang diikuti semua warga Padukuhan Kebonsari (gabungan dari 4 RT yaitu Keron, Kaibon, dan Tegalsari ) dan juga peserta dari luar daerah.
"Ada 1500 ketupat yang kami buat, dimasak selama 5 jam di atas tungku kayu bakar sebanyak 23 tungku. Yang 20 untuk 'adang' ketupat, yang 3 tungku untuk masak air panas. Karena proses 'adangnya' harus sering ditambahi air panas," jelas Eksan.
Baca juga: Kenapa Orang Kaya Suka Beli Lukisan Mahal? Ini Alasannya
Dengan diadakannya workshop pembuatan ketupat ini, generasi muda diharapkan bisa melanjutkan tradisi ini tanpa kesulitan.
Dilanjutkan hari kedua, Jumat pagi (27/3/2026), sekira jam 6 pagi, sebanyak 80 warga ikut kirab gunungan dan ambengan ketupat.
Warga baik pria dan wanita, berkeliling kampung sejauh 2 kilometer. Di sepanjang jalan, momentum tersebut diabadikan warga yang menyaksikan.
Kirab dimulai dan diakhiri di panggung kehormatan yang dibuat warga di Padukuhan Kebonsari.
Baca juga: Perbedaan Nyepi dan Galungan yang Perlu Diketahui, Apa Saja?
Di tempat tersebut, warga berkumpul untuk melakukan kenduri, yang dipimpin Kaur Desa Delanggu, Sugiyanto.
Selesai didoakan, semua kepala keluarga membawa pulang satu ambengan, yang terdiri dari 15 ketupat, lauk sayur sambel goreng krecek, dan kerupuk.
Tak berselang lama, kegiatan dilanjut dengan halal bihalal, yang diikuti kurang lebih 280 kepaal keluarga.
Selanjutnya, rangkaian acara disambung dengan pagelaran wayang kulit dua kali, yaitu siang dan malam.
Baca juga: Rahasia Unik Dialek Sulawesi: Mengapa Kata "Kamu" Diganti "Kita" agar Lebih Sopan?
Siang hari lakon yang dibawakan ialah Wahyu Katentreman. Sementara lakon untuk malam harinya Wahyu Purbo Sejati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan