Ilustrasi Nyepi dan Galungan. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Bagi kamu yang sering mendengar tentang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Galungan, mungkin sempat bertanya-tanya apa sih perbedaan keduanya?
Sama-sama merupakan hari raya penting bagi umat Hindu, Nyepi dan Galungan ternyata punya makna dan tujuan yang berbeda. Meski begitu, keduanya tetap memiliki nilai spiritual yang sangat kuat bagi umat Hindu.
Supaya nggak bingung lagi, yuk kenali perbedaan Nyepi dan Galungan lewat penjelasan berikut ini.
Baca juga: Mengenal Tradisi Mehendi di India, Lukisan Henna yang Penuh Makna Sebelum Pernikahan
Secara garis besar, perbedaan Nyepi dan Galungan bisa dilihat dari makna perayaan, tujuan spiritual, hingga sistem kalender yang digunakan.
1. Makna Perayaan
Hari Raya Nyepi dikenal sebagai perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu. Melansir dari laman Kementerian Agama, Nyepi merupakan momen untuk melakukan introspeksi diri dan menyucikan batin.
Pada hari ini, umat Hindu menghentikan berbagai aktivitas duniawi untuk fokus pada ketenangan dan refleksi diri.
Melalui perayaan Nyepi, umat Hindu diharapkan bisa mencapai keadaan batin yang lebih tenang dan seimbang, sekaligus memulai tahun baru dengan kondisi spiritual yang lebih baik.
Baca juga: Mengenal Samenan, Tradisi Kenaikan Kelas yang Meriah di Sukabumi
Sementara itu, melansir dari laman Kab.Buleleng, Hari Raya Galungan memiliki makna yang berbeda.
Galungan diperingati sebagai hari kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma). Selain itu, perayaan ini juga berkaitan dengan terciptanya alam semesta beserta seluruh isinya.
Istilah Galungan sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti bertarung, sementara kata dungulan memiliki arti menang.
2. Sistem Penanggalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag, Buleleng.bulelengkab.go.id