Kamis, 04 JUNI 2026 • 14:18 WIB

Kapan Malam 1 Suro 2026? Simak Jadwal, Mitos Sengkolo, dan Pantangannya

Author

Ilustrasi Malam 1 Suro 2026 (Nano Banana)

INDOZONE.ID - Memasuki bulan Juni 2026, banyak masyarakat mulai mencari tahu kapan datangnya Malam 1 Suro yang dikenal sebagai momen sakral dalam tradisi Jawa. Selain identik dengan pergantian tahun Jawa, malam ini juga sering dikaitkan dengan berbagai tradisi tirakatan, doa bersama, hingga ritual budaya di sejumlah daerah.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi terkait kapan malam 1 Suro 2026, tanggal jatuhnya perayaan, hingga deretan pantangannya, berikut adalah ulasan yang telah dirangkum khusus untuk pembaca INDOZONE.

1 Suro 2026 Bulan Berapa dan Jatuh Pada Hari Apa?

Banyak masyarakat yang menjadikan kalender Jawa sebagai pedoman dalam merencanakan berbagai kegiatan atau acara, baik itu yang bersifat pribadi maupun sosial. Lantas, 1 Suro 2026 bulan berapa dan jatuh pada hari apa?

Tahun ini, bulan Suro jatuh pada bulan Juni dan berlanjut hingga bulan Juli 2026. Terkait tanggal pastinya, terdapat sedikit perbedaan berdasarkan rujukan kalender yang digunakan:

1. Berdasarkan Kalender Kemenag

Merujuk pada kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh lebih dulu, yaitu pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Sementara itu, tanggal 1 Suro 1960 Jawa bertepatan dengan hari Rabu, 17 Juni 2026 (weton Rabu Kliwon). Dalam penanggalan Jawa, pergantian hari dimulai setelah matahari terbenam atau bakda Magrib, sehingga malam 1 Suro diperkirakan jatuh pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

2. Berdasarkan Hitungan Kalender Jawa Lainnya

Di sisi lain, ada pula Kalender Jawa 2026 yang menetapkan bahwa tanggal 1 Suro 2026 akan jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026 atau bertepatan dengan weton Selasa Wage. Jika mengacu pada perhitungan ini, maka malam 1 Suro 2026 akan jatuh pada Senin malam, 15 Juni 2026 (malam Selasa Wage).

Sebagai informasi tambahan, jumlah hari dalam bulan Suro di tahun ini adalah sebanyak 29 hari. Berdasarkan kalender Jawa 2026, bulan Suro 2026 akan berlangsung sampai dengan hari Selasa, 14 Juli 2026 atau hari Selasa Pahing, 29 Sura 1960.

Baca juga: Ruwatan 1 Suro Diikuti Ratusan Warga dari 16 Etnis dan Doa Lintas Agama di Jember

Mengapa Malam 1 Suro dan 1 Muharram Bisa Berbeda?

Sebagian kalangan masyarakat Jawa menganggap bulan Muharram identik dengan Suro. Anggapan ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah karena kalender Jawa memang memiliki hubungan erat dengan kalender Islam.

Namun, kalender Jawa dan kalender Hijriah memiliki sistem perhitungan yang tidak selalu berjalan sama setiap tahun sehingga bisa terjadi selisih tanggal.

Kalender Jawa yang digunakan saat ini merupakan hasil penyesuaian pada masa Sultan Agung Mataram. Saat itu, sistem penanggalan Jawa dipadukan dengan unsur kalender Hijriah Islam tanpa menghilangkan tradisi Jawa lama.

Karena proses perhitungannya tidak selalu identik dengan kalender Hijriah modern, awal bulan Suro dan awal Muharram terkadang bisa berbeda satu hari, seperti yang terjadi pada tahun 2026 ini.

Sengkolo Malam Satu Suro 2026 Tanggal Berapa? Ini Mitos dan Pantangannya

Pertanyaan mengenai sengkolo malam satu suro 2026 tanggal berapa sangat erat kaitannya dengan malam pergantian tahun itu sendiri, yakni antara 15 Juni atau 16 Juni 2026 di malam hari. Suro bukan sekadar bulan pertama dalam penanggalan Jawa, tetapi dianggap sebagai bulan yang memiliki kekuatan spiritual tinggi.

Malam 1 Suro identik dengan berbagai pantangan dan mitos yang berkembang turun-temurun. Di balik suasana hening dan penuh perenungan, tersimpan berbagai pantangan untuk menghindari sengkolo atau kesialan. Berikut adalah beberapa mitos dan pantangannya:

1. Larangan Keluar Rumah di Malam Hari

Salah satu mitos yang paling umum adalah larangan keluar rumah saat malam 1 Suro. Konon, malam ini dipercaya sebagai waktu di mana makhluk halus lebih aktif dan berkeliaran. Masyarakat dianjurkan untuk berdiam diri di rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Tidak Menggelar Pesta atau Hajatan

Mengadakan pesta, pernikahan, khitanan, atau hajatan besar lainnya dianggap tidak pantas dilakukan pada malam 1 Suro. Tradisi Jawa menyebutkan bahwa melangsungkan hajatan pada malam ini dapat mendatangkan kesialan, karena dianggap mengganggu ketenangan spiritual malam yang sakral.

3. Dilarang Berkata Kasar

Ucapan kasar atau kata-kata buruk sangat dihindari pada malam 1 Suro. Masyarakat percaya bahwa apa yang diucapkan pada malam ini bisa menjadi kenyataan.

4. Menghindari Aktivitas yang Tidak Penting

Malam 1 Suro juga diyakini sebagai saat yang tepat untuk menyepi, berzikir, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Aktivitas yang bersifat duniawi atau tidak penting sebaiknya dihindari.

5. Tidak Boleh Bertindak Ceroboh

Karena dianggap memiliki dampak jangka panjang, masyarakat Jawa percaya bahwa berperilaku hati-hati dan penuh pertimbangan di malam 1 Suro adalah kunci untuk memulai tahun baru Jawa dengan baik.

Baca juga: Malam 1 Suro, Jasa Cuci Keris Cuan Jutaan Dalam Semalam: Ini Mantra yang Diucapkan!

Makna Sakral dan Tradisi Bulan Suro bagi Masyarakat Jawa

Bagi sebagian masyarakat Jawa, malam 1 Suro adalah waktu terbaik untuk melakukan refleksi, kontemplasi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Tradisi seperti tirakat, zikir, hingga topo bisu (berdiam tanpa bicara) dilakukan untuk membersihkan batin dan meningkatkan kesadaran spiritual.

Di sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Solo, dan beberapa wilayah di Jawa Timur, tradisi malam 1 Suro masih rutin digelar setiap tahun. Salah satu yang paling dikenal adalah tradisi kirab pusaka dan tapa bisu. Selain itu, masyarakat juga kerap melakukan doa bersama, ziarah makam leluhur, hingga perenungan diri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU