Rabu, 15 JULI 2026 • 15:45 WIB

Mengenal Filosofi Lagom: Pahami Konsep Hidup Seimbang ala Swedia

Author

Ilustrasi Lagom (scandification.com)

INDOZONE.ID - Mengenal konsep hidup dari berbagai penjuru dunia sering kali memberikan sudut pandang baru yang menyegarkan, salah satunya adalah filosofi Lagom yang berasal dari Swedia.

Pengertian dari Lagom secara harfiah dapat diartikan sebagai tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, atau dengan kata lain adalah sebuah prinsip tentang kecukupan.

Konsep ini berfokus sepenuhnya pada gagasan mengenai keseimbangan hidup yang ideal, di mana masyarakat Swedia sangat menjunjung tinggi prinsip untuk hanya memiliki apa yang benar-benar kamu butuhkan dan tidak lebih dari itu.

Menyelami pemahaman mendasar ini akan membantu kamu melihat bagaimana sebuah cara pandang kesederhanaan dapat menjadi kunci utama di balik kebahagiaan hidup yang berkelanjutan.

Baca juga: 6 Cara Hidup Tenang ala Konsep Jepang yang Mudah Diterapkan Sehari-hari

Untuk bisa menerapkan esensi keseimbangan ini dalam kehidupan sehari-hari, kamu perlu menyadari bahwa hidup yang selaras merupakan bagian penting dari potongan teka-teki kebahagiaan.

Cara hidup masyarakat di sana terbilang sangat unik karena melibatkan berbagai praktik dan tradisi sederhana yang terbukti mampu membuat rutinitas terasa sedikit lebih bahagia.

Sebagai contoh nyata, banyak orang Swedia yang menerapkan sistem lemari pakaian kapsul (capsule wardrobes) demi mengurangi tingkat stres harian saat memilih pakaian.

Karena metode ini sangat menyederhanakan proses memadukan pakaian, kamu pun bisa menghemat lebih banyak waktu serta energi yang biasanya terbuang untuk mencuci, berbelanja, maupun sekadar berdandan di pagi hari.

Cara Menerapkan Gaya Hidup Lagom

1. Pola Makan Yang Seimbang

Kamu tidak perlu menerapkan prinsip segalanya-atau-tidak-sama-sekali secara ekstrem dalam menikmati setiap hidangan makanan sehari-hari.

Menyantap makanan sesuai porsi yang kamu butuhkan, baik itu makanan manis yang kurang sehat maupun makanan yang menyehatkan, adalah hal yang sepenuhnya wajar.

Mengingat aspek keberlanjutan merupakan tema besar dalam filosofi ini, cobalah merencanakan menu makan terlebih dahulu dan belilah bahan makanan yang benar-benar diperlukan saja.

2. Meluangkan Waktu untuk Beristirahat

Masyarakat Swedia sangat memercayai kekuatan besar di balik tindakan menyeimbangkan kembali energi tubuh kamu secara berkala.

Jika kamu ingin merasakan manfaat dari filosofi ini, cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mempraktikkan tradisi Fika di sela kesibukan.

Tradisi ini mengajak kamu beristirahat sambil menikmati secangkir kopi dan sepotong kue, sekaligus meluangkan waktu sosial yang sangat berharga bersama orang-orang tercinta atau sekadar bersantai sendiri.

3. Menghilangkan Drama dan Stress

Mencapai kedamaian sejati menuntut kamu untuk belajar menyingkirkan hal-hal negatif yang tidak memberikan nilai tambah dalam hidup.

Proses eliminasi ini tidak hanya terbatas pada benda-benda fisik di sekitar rumah, tetapi juga menuntut kamu jeli melihat area yang memicu stres berlebih.

Kamu harus mulai berani mempertanyakan hal-hal emosional yang membebani pikiran, seperti waktu kerja yang berlebihan atau keterlibatan dalam drama yang menguras energi kamu.

Baca juga: Memahami 4 Pilar Ikigai dalam Budaya Jepang, Konsep Menuju Kebahagiaan dan Keseimbangan Hidup

4. Menyingkirkan Barang-Barang yang Berlebihan

Kondisi rumah yang berantakan secara tidak langsung akan menciptakan kondisi pikiran yang kacau dan penuh sesak.

Konsep dasar ini menuntut kamu untuk mulai fokus merapikan barang-barang fisik setelah berhasil mengeliminasi kekacauan emosional dalam hidup.

Sortirlah isi rumah kamu secara tegas satu per satu, lalu tanyakan pada diri sendiri apakah kamu benar-benar membutuhkan setiap barang tersebut demi mendapatkan kebebasan yang lebih lapang.

5. Lebih Bijak saat Berbelanja

Di era modern saat ini, sebagian besar dari kamu mungkin terbiasa mengalir begitu saja membeli berbagai macam produk kapan pun dan di mana pun.

Kemudahan belanja daring serta sistem pembayaran nontunai sering kali membuat kamu terjebak dalam kebiasaan belanja berlebihan secara impulsif.

Filosofi ini hadir untuk menantang kamu agar bisa menjadi pribadi yang sedikit lebih sadar dan bijaksana terhadap barang apa saja yang akan dibawa masuk ke dalam lingkungan hidup kamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Scandification.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU