Ilustrasi orang tidak bisa tidur malam (photo/istock/amenic181)
INDOZONE.ID - Suatu penelitian terbaru mengungkapkan, alasan kenapa tidur yang buruk dan tekanan darah tinggi dapat tingkatkan risiko demensia.
Studi tersebut menyoroti peran sistem glinfatik, yaitu sistem pembuangan limbah di otak yang baru ditemukan beberapa tahun terakhir.
Sistem ini bekerja paling aktif saat seseorang tidur, dan berfungsi mengeluarkan racun serta zat sisa metabolisme. Termasuk protein yang berkaitan dengan penyakit demensia.
Penelitian yang diterbitkan di Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association ini menunjukkan, gangguan pada sistem glinfatik berhubungan dengan peningkatan risiko demensia.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa, memperbaiki fungsi sistem glinfatik dapat menjadi cara efektif untuk menurunkan risiko penyakit tersebut.
Baca juga: Kamu Susah Tidur? Ikuti Metode 10-3-2-1-0 yang Dijamin Ampuh
Menurut Ahli Saraf dari Re:Cognition Health, Dr. Steve Allder, aliran cairan serebrospinal (CSF) yang terganggu, dapat menghambat pembersihan protein beracun seperti amyloid beta dan tau, yang menjadi pemicu utama Alzheimer.
“Penelitian ini memberikan bukti berbasis manusia berskala besar, dengan lebih dari 45.000 partisipan dari UK Biobank. Hasilnya menunjukkan bahwa disfungsi CSF berkaitan erat dengan meningkatnya risiko demensia,” ujar dr. Allder yang dikutip dari Medical News Today.
Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mesin, untuk menganalisis hasil MRI (magnetic resonance imaging) dari puluhan ribu orang dewasa.
Dari analisis itu, mereka menemukan tiga biomarker atau penanda utama yang bisa memprediksi risiko demensia:
Selama masa tindak lanjut sekitar 5,3 tahun, tercatat 133 kasus baru demensia. Hasilnya menunjukkan, DTI-ALPS yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah.
Sedangkan BOLD-CSF coupling yang rendah dan volume pleksus koroid yang lebih besar justru meningkatkan risiko.
Penelitian juga menemukan bahwa faktor kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berperan dalam menurunkan fungsi sistem glinfatik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today