Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 13:15 WIB

Awas! Kurang Tidur Ganggu Sistem Pembersih Otak: Bisa Picu Racun Penyebab Demensia ‘Numpuk’

Awas! Kurang Tidur Ganggu Sistem Pembersih Otak: Bisa Picu Racun Penyebab Demensia ‘Numpuk’Ilustrasi orang tidak bisa tidur malam (photo/istock/amenic181)

INDOZONE.ID - Suatu penelitian terbaru mengungkapkan, alasan kenapa tidur yang buruk dan tekanan darah tinggi dapat tingkatkan risiko demensia

Studi tersebut menyoroti peran sistem glinfatik, yaitu sistem pembuangan limbah di otak yang baru ditemukan beberapa tahun terakhir. 

Sistem ini bekerja paling aktif saat seseorang tidur, dan berfungsi mengeluarkan racun serta zat sisa metabolisme. Termasuk protein yang berkaitan dengan penyakit demensia.

Penelitian yang diterbitkan di Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association ini menunjukkan, gangguan pada sistem glinfatik berhubungan dengan peningkatan risiko demensia. 

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa, memperbaiki fungsi sistem glinfatik dapat menjadi cara efektif untuk menurunkan risiko penyakit tersebut.

Baca juga: Kamu Susah Tidur? Ikuti Metode 10-3-2-1-0 yang Dijamin Ampuh

Bagaimana Sistem Glinfatik Bekerja

Menurut Ahli Saraf dari Re:Cognition Health, Dr. Steve Allder, aliran cairan serebrospinal (CSF) yang terganggu, dapat menghambat pembersihan protein beracun seperti amyloid beta dan tau, yang menjadi pemicu utama Alzheimer. 

Penelitian ini memberikan bukti berbasis manusia berskala besar, dengan lebih dari 45.000 partisipan dari UK Biobank. Hasilnya menunjukkan bahwa disfungsi CSF berkaitan erat dengan meningkatnya risiko demensia,” ujar dr. Allder yang dikutip dari Medical News Today.

Tiga Penanda Risiko Demensia

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mesin, untuk menganalisis hasil MRI (magnetic resonance imaging) dari puluhan ribu orang dewasa. 

Dari analisis itu, mereka menemukan tiga biomarker atau penanda utama yang bisa memprediksi risiko demensia:

  1. BOLD-CSF coupling: Pengukuran hubungan antara aktivitas otak dan aliran cairan otak.
  2. DTI-ALPS: Indikator difusi molekul air di sepanjang ruang perivaskular, yaitu jalur tempat CSF mengalir di sekitar pembuluh darah otak.
  3. Ukuran pleksus koroid: Area otak yang memproduksi cairan serebrospinal.

Awas! Kurang Tidur Ganggu Sistem Pembersih Otak: Bisa Picu Racun Penyebab Demensia ‘Numpuk’Ilustrasi Mata Kurang Tidur.

Selama masa tindak lanjut sekitar 5,3 tahun, tercatat 133 kasus baru demensia. Hasilnya menunjukkan, DTI-ALPS yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah.

Sedangkan BOLD-CSF coupling yang rendah dan volume pleksus koroid yang lebih besar justru meningkatkan risiko.

Faktor Risiko: Hipertensi, Diabetes, dan Gaya Hidup

Penelitian juga menemukan bahwa faktor kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berperan dalam menurunkan fungsi sistem glinfatik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Awas! Kurang Tidur Ganggu Sistem Pembersih Otak: Bisa Picu Racun Penyebab Demensia ‘Numpuk’

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!