Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 JULI 2026 • 09:40 WIB

Katarak Masih Jadi Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia, Kenali Gejala dan Penanganannya

Katarak Masih Jadi Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia, Kenali Gejala dan PenanganannyaIlustrasi melakukan tindakan katarak. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang banyak dialami masyarakat, terutama kelompok lanjut usia. Kondisi ini dapat mengurangi kualitas hidup jika tidak ditangani sejak dini. 

Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini, pemeriksaan mata secara berkala, serta akses terhadap penanganan katarak agar masyarakat dapat memperoleh penglihatan yang lebih baik.

Katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata mengalami kekeruhan, sehingga cahaya sulit masuk dengan optimal dan penglihatan menjadi buram. 

Gejala katarak dapat berkembang secara perlahan, mulai dari pandangan berkabut, warna tampak pudar, lebih sensitif terhadap cahaya atau silau, kesulitan melihat pada malam hari, hingga menurunnya kemampuan membaca dan beraktivitas sehari-hari. 

Baca juga: Apakah Psikiater BPJS Bisa Konsultasi Online? Ini Jawaban Lengkapnya!

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan proses penuaan, namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti riwayat cedera mata, diabetes, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, paparan sinar ultraviolet, hingga faktor bawaan.

Di Indonesia, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan. Merujuk hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB 2014-2016 yang dilakukan PERDAMI dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di 15 provinsi, angka kebutaan pada populasi usia 50 tahun ke atas mencapai 3 persen, dengan katarak sebagai penyebab tertinggi, yaitu sekitar 81,2 persen kasus kebutaan. 

Dengan kata lain, katarak bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup, kemandirian, produktivitas, dan kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas harian.

Meski demikian, kebutaan akibat katarak pada dasarnya dapat dicegah dan ditangani melalui pemeriksaan serta tindakan operasi yang tepat. 

Penanganan Katarak 

Penanganan katarak umumnya dilakukan melalui prosedur operasi dengan mengangkat lensa mata yang telah keruh, kemudian menggantinya menggunakan lensa buatan atau intraocular lens (IOL). Tindakan ini bertujuan membantu mengembalikan kualitas penglihatan pasien. 

Seiring perkembangan teknologi, prosedur operasi katarak juga semakin berkembang dengan pilihan teknik dan jenis lensa yang dapat disesuaikan dengan kondisi mata serta kebutuhan masing-masing pasien.

Penanganan katarak tidak hanya berhenti pada proses operasi. Sebelum tindakan dilakukan, pasien umumnya perlu melalui sejumlah tahapan, seperti pendataan, skrining awal, pemeriksaan mata secara menyeluruh, hingga pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi kesehatannya. 

Setelah operasi, pasien juga dianjurkan menjalani kontrol berkala guna memantau proses pemulihan dan memastikan hasil tindakan berjalan optimal. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Katarak Masih Jadi Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia, Kenali Gejala dan Penanganannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!