Ilustrasi seseorang mengalami kanker pankreas. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kanker pankreas menjadi salah satu jenis kanker paling mematikan di dkankreaunia. Meski secara global hanya menempati peringkat ke-12 sebagai kanker yang paling sering terjadi, tingkat kematiannya tergolong sangat tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, kanker pankreas sebagai penyebab kematian akibat kanker keenam terbanyak di dunia.
Tingginya angka kematian ini, disebabkan oleh sejumlah faktor. Mulai dari keterlambatan diagnosis, sifat penyakit yang sangat agresif, hingga resistensi terhadap sebagian besar metode pengobatan yang tersedia saat ini.
Namun, secercah harapan datang dari dunia penelitian. Ilmuwan asal Spanyol melaporkan, terobosan besar dalam riset kanker pankreas pada hewan percobaan.
Dikutip dari Hindustan Times, dalam studi tersebut, terapi kombinasi tiga obat berhasil menghilangkan tumor dengan menargetkan jalur gen KRAS, tanpa menimbulkan efek samping serius.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2 Desember 2025.
Baca juga: Kenali 5 Tanda Peringatan Dini Kanker Pankreas
Penelitian ini berfokus pada jenis kanker pankreas yang paling umum dan mematikan, yakni pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC).
Menurut para peneliti, PDAC memiliki tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah.
Sebelumnya, berbagai penelitian mencoba mengobati kanker pankreas dengan inhibitor RAS. Sebab, sebagian besar tumor pankreas disebabkan oleh mutasi pada gen KRAS.
Namun, pendekatan dengan satu jenis obat saja dinilai kurang efektif. Tumor memang sempat menyusut, tetapi dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap pengobatan.
Dalam studi terbaru ini, para ilmuwan mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih hanya menargetkan satu jalur KRAS, mereka menyerang beberapa jalur KRAS sekaligus menggunakan kombinasi tiga obat.
Hasilnya, tumor pada tikus percobaan benar-benar hilang dan tidak menunjukkan tanda-tanda resistensi hingga lebih dari 200 hari setelah pengobatan diberikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times