INDOZONE.ID - Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barre memang penyakit yang masih jarang diketahui masyarakat.
Kondisi itu merupakan penyakit langka ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang saraf.
Gangguan ini dapat menyebabkan kelemahan otot, mati rasa, hingga kelumpuhan yang berkembang dengan cepat. Selain itu, kondisi ini berpotensi mengancam nyawa, jika tidak segera ditangani.
Dalam kasus berat, sindrom ini menjadi kondisi darurat medis yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Meski demikian, sebagian besar pasien memiliki peluang untuk pulih, terutama jika penanganan dilakukan sejak awal.
Baca juga: Benarkah Stres Berpengaruh pada Sistem Imun? Ini Faktanya
Dikutip dari Mayo Clinic, sindrom Guillain-Barre adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf perifer. Pada kondisi ini, sistem imun yang seharusnya melawan infeksi justru merusak saraf.
Sehingga, kondisi tersebut mengganggu kemampuan tubuh mengirimkan sinyal ke otot. Akibatnya, penderita bisa mengalami:
Meski tergolong jarang, sekitar dua pertiga kasus GBS muncul setelah seseorang mengalami infeksi. Seperti, infeksi saluran pernapasan atau pencernaan, termasuk COVID-19.
Ilustrasi seseorang mengalami kelemahan otot akibat sindrom Guillain-Barre. (Freepik)
Gejala biasanya dimulai dari bagian bawah tubuh, seperti kaki, lalu menyebar ke atas. Dalam waktu singkat, kondisi ini dapat berkembang menjadi kelumpuhan.
Beberapa gejala yang umum meliputi:
Kelemahan otot biasa mencapai puncaknya dalam dua minggu sejak gejala pertama muncul.
Segera cari pertolongan medis jika mengalami:
Penanganan cepat sangat penting, karena kondisi ini bisa memburuk dalam waktu singkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic