Ilustrasi program hamil. (Dok. Freepik.)
INDOZONE.ID - Kesehatan perempuan, terutama soal fertilitas dan program kehamilan, makin jadi perhatian pasangan muda di Indonesia.
Biaya pemeriksaan hingga prosedur medis yang tidak murah sering bikin banyak orang menunda rencana punya anak.
Kini, layanan kesehatan reproduksi mulai dipadukan dengan opsi pembayaran cicilan agar aksesnya lebih ringan.
Isu kesehatan reproduksi perlahan mulai dibicarakan lebih terbuka. Bukan cuma soal kehamilan, tapi juga kesehatan hormonal, kesuburan, sampai perencanaan keluarga jangka panjang.
Di kota-kota besar, pasangan usia 25–35 tahun kini makin akrab dengan konsultasi fertilitas. Faktor gaya hidup, tekanan kerja, hingga usia sering jadi alasan mereka mencari bantuan medis lebih awal.
Apa itu layanan fertilitas? Secara sederhana, layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan reproduksi, konsultasi program hamil, pemantauan siklus, hingga prosedur medis untuk membantu peluang kehamilan.
Melihat kebutuhan tersebut, layanan kesehatan perempuan Ovy Health menggandeng perusahaan pembiayaan digital, Indodana Finance untuk menghadirkan opsi pembayaran bertahap bagi pasien program kehamilan dan prosedur medis fertilitas.
Baca juga: Perut Atas Keras dan Bawah Lembek Saat Hamil, Normal atau Berbahaya?
Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Medis
Buat banyak pasangan muda, biaya jadi hambatan utama. Pemeriksaan kesuburan dan prosedur lanjutan bisa memakan biaya jutaan rupiah dalam waktu yang tidak sebentar.
Oleh karena itu, opsi pembayaran fleksibel mulai dianggap penting. Bukan sekadar soal cicilan, tapi juga memberi ruang agar pasangan bisa fokus menjalani proses medis tanpa tekanan finansial berlebih.
Iwan Dewanto, Direktur Indodana Finance, mengatakan kolaborasi ini dibuat untuk membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan reproduksi dengan lebih terencana.
"Kami memahami bahwa perencanaan keluarga yang optimal, terutama kesehatan perempuan, membutuhkan dukungan finansial yang terukur dan terencana agar seluruh tahapan medis dapat berjalan lancar," tuturnya.
Fenomena pembiayaan kesehatan lewat layanan digital sendiri sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, model paylater mulai masuk ke sektor kesehatan, dari layanan gigi sampai konsultasi psikologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan