Ilustrasi Kanker Serviks. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Kanker serviks adalah kondisi ketika terjadi pertumbuhan jaringan abnormal di leher rahim (serviks), yaitu bagian yang menghubungkan rahim dengan vagina.
Banyak yang langsung berpikir jika terkena kanker serviks, artinya nggak akan bisa hamil. Padahal, faktanya nggak selalu begitu. Yuk, simak penjelasannya.
Baca juga: Apakah Vitiligo Bisa Sembuh atau Hanya Dikontrol? Ini Faktanya
Jawabannya bisa, tapi tergantung kondisi. Peluang hamil dipengaruhi beberapa faktor, seperti:
Jika kanker masih di stadium awal (stadium I), biasanya masih ada peluang hamil, apalagi pasien menjalani pengobatan yang tetap mempertahankan kesuburan (fertility sparing).
Tapi jika sudah masuk stadium lanjut atau harus menjalani operasi pengangkatan rahim (histerektomi), maka kehamilan jadi nggak memungkinkan.
Jadi, masih ada harapan hamil selama kondisi kanker belum parah dan penanganannya tepat.
Bagi yang masih ingin punya anak, ada beberapa metode pengobatan yang dirancang khusus untuk tetap menjaga kesuburan, yaitu fertility sparing treatment.
Prosedur ini fokus mengangkat jaringan kanker tanpa menghilangkan rahim. Berikut beberapa metode yang umum dilakukan.
Baca juga: Jangan Keliru, Simak Cara Membedakan Cacar Air dan Cacar Api dengan Mudah
Prosedur ini mengambil sebagian kecil jaringan serviks berbentuk kerucut. Meski ada bagian yang diangkat, rahim tetap dipertahankan, jadi peluang hamil masih ada.
Operasi untuk mengangkat serviks dan jaringan di sekitarnya, tapi rahim tetap dipertahankan. Nantinya akan dibuat jalur baru agar rahim tetap bisa terhubung dengan vagina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: RS Pondok Indah