Ilustrasi anak batuk. (Freepik)
INDOZONE.ID - Saat influenza, RSV, dan COVID-19 menunjukkan aktivitas yang relatif rendah, kini muncul virus parainfluenza justru mengalami peningkatan penyebaran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memicu penyakit croup, gangguan saluran napas yang sering menyerang anak-anak, dan ditandai dengan batuk khas menyerupai suara gonggongan anjing laut.
Menurut data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang diperbarui pada 12 Juni 2026, aktivitas virus parainfluenza (Parainfluenza Virus/PIV) saat ini berada di atas tingkat normal secara nasional.
Meskipun belum banyak diketahui masyarakat, peningkatan kasus virus ini berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius pada anak-anak usia dini.
Baca juga: Batuk sampai Mual dan Muntah? Simak Penyebabnya
Bagi orang tua yang pernah menghadapi anak dengan croup, suara batuknya sangat mudah dikenali.
Batuk ini sering digambarkan seperti suara gonggongan anjing laut, terdengar keras, nyaring, dan berbeda dari batuk akibat infeksi saluran pernapasan biasa.
Dikutip dari Medical Daily, croup terjadi ketika virus parainfluenza menginfeksi, dan menyebabkan peradangan pada laring (kotak suara), trakea (batang tenggorokan), serta saluran napas bagian atas.
Ilustrasi anak batuk. (FREEPIK/mdjaff)
Pada anak-anak, saluran napas yang masih sempit, membuat pembengkakan kecil sekalipun dapat menghambat aliran udara, dan menimbulkan suara napas khas yang disebut stridor.
Stridor merupakan suara mengi bernada tinggi yang muncul saat anak menarik napas. Gejala ini menjadi tanda bahwa, saluran napas bagian atas mengalami penyempitan dan membutuhkan perhatian medis.
Croup paling sering menyerang anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun, meskipun anak yang lebih besar hingga usia sekitar 6 tahun juga dapat mengalaminya.
Penyakit ini merupakan penyebab paling umum penyumbatan saluran napas bagian atas secara akut, yang memerlukan evaluasi medis darurat pada anak.
Diperkirakan ada sekitar 3 persen anak di Amerika Serikat akan mengalami croup, setidaknya sekali selama masa kanak-kanak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily