Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 21 JUNI 2026 • 10:34 WIB

WHO Soroti Mikroplastik di Air Minum, Begini Cara Menjaga Air Tetap Aman Dikonsumsi

WHO Soroti Mikroplastik di Air Minum, Begini Cara Menjaga Air Tetap Aman DikonsumsiIlustrasi dispenser air. (Coway)

INDOZONE.ID - Perhatian terhadap kualitas air minum terus meningkat seiring berkembangnya banyak studi mengenai keberadaan mikroplastik dalam air minum. Studi ini pun menjadi kekhawatiran masyarakat dan ada himbauan dari WHO.

Masyarakat diminta untuk memperhatikan kualitas air yang dikonsumsi setiap hari. Sebab, air minum yang tidak terjaga kebersihannya berisiko terpapar berbagai mikroorganisme berbahaya, seperti Norovirus dan bakteri E. coli, yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Terlebih di tengah cuaca panas saat ini, kebutuhan minum air putih setiap harinya bertambah. Jika normalnya minum air putih disarankan 8 gelas atau 2 liter sehari, porsinya bisa ditambah terutama saat melakukan banyak aktivitas outdoor.

Baca juga: Dampak Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Ini Kata Dokter Ayman Alatas

Seperti yang dijelaskan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Hermina Karawang, dr. Yhan Batista, SpPD, dehidrasi lebih mudah terjadi saat cuaca panas ekstrem sehingga masyarakat perlu meningkatkan konsumsi air putih.

"Suhu yang tinggi dan kelembapan yang rendah dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi," ujarnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini. 

Selain mencukupi kebutuhan cairan, kualitas air minum juga perlu diperhatikan. Salah satu yang saat ini sedang tren adalah menggunakan filter air Slim Stand dengan Reverse Osmosis (RO) dan Double UV Care.

Baca juga: Jangan Abaikan! Ini Tanda Air Minum di Rumah Sudah Terkontaminasi

Vice President Director Coway Indonesia Jake Lee menjelaskan, kedua teknologi tersebut bermanfaat untuk menyaring berbagai partikel mikroskopis, logam berat, serta virus seperti Norovirus dan E. coli hingga 99,99%. Selain itu, bisa membantu mensterilkan tangki air setiap 12 jam selama 4 jam untuk menjaga higienitas.

“Perlindungan berlapis seperti ini membantu memastikan kualitas air minum tetap higienis setiap hari dan akan dikonsumsi setiap hari," ujarnya.

Sementara itu, Lee menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas air minum terus meningkat. Ia juga mengingatkan bahwa air yang tampak bersih belum tentu memiliki kualitas yang terjaga saat dikonsumsi.

"Masyarakat saat ini semakin memahami pentingnya kualitas air minum untuk kesehatan keluarga. Namun, air yang bersih saja tidak cukup, kualitasnya juga perlu tetap terjaga hingga saat dikonsumsi," katanya.

Di samping itu, air minum yang aman dikonsumsi juga harus bebas dari berbagai kontaminasi secara tidak kasat mata. Jika menggunakan filter air, maka akan terasa aman dan bisa mencukupi kebutuhan harian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

WHO Soroti Mikroplastik di Air Minum, Begini Cara Menjaga Air Tetap Aman Dikonsumsi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!