Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 21 JUNI 2026 • 10:20 WIB

Dokter Ungkap Alasan Anak Zaman Sekarang Lebih Mudah Mengalami Mata Minus

Dokter Ungkap Alasan Anak Zaman Sekarang Lebih Mudah Mengalami Mata MinusIlustrasi seseorang mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tingginya intensitas menatap layar gadget bercahaya, upaya untuk menjaga kesehatan mata menjadi hal yang penting. 

Pasalnya, paparan cahaya tersebut dapat memengaruhi kualitas kesehatan mata manusia. 

Pada akhirnya, ketika mata sudah lelah menatap layar gadget terlalu lama, maka ada potensi gangguan yang menyebabkan mata buram, perih, mengganjal, bahkan bisa menimbulkan sakit kepala juga. 

Khusus anak-anak, gangguan kesehatan mata dapat memengaruhi kegiatan akademik jika terjadi secara jangka panjang.

Baca juga: Kacamata Anti Sinar Biru: Efektif Lindungi Mata atau Sekadar Gimmick Marketing?

Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, Ucok P. Pasaribu mengungkapkan di periode 2000-an awal, faktor genetik memegang peran penting terhadap kondisi mata minus. 

Namun, saat ini terdapat pergeseran penyebab mata minus, yaitu durasi screen time gadget yang terlalu banyak.

Dokter Ungkap Alasan Anak Zaman Sekarang Lebih Mudah Mengalami Mata MinusDokter spesialis mata Mayapada Eye Center, Zoray. Feranthy dan SMILE Pro & Presbyond Surgeon Mayapada Eye Center, dr Ucok P. Pasaribu. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

"Akhirnya banyak kita dapetin sekarang nih anak-anak yang bapak mamanya enggak punya kacamata. Anaknya tebalnya minta ampun kacamatanya minus 4, minus 5 kayak gitu. Karena memang sudah bergeser era ini, mereka sudah hidup di dunia digital," kata Ucok dalam sesi diskusi bersama Mayapada Eye Centre (MEC) di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Berangkat dari risiko tersebut, peran dokter mata serta orang tua sangat penting dalam membatasi waktu anak menatap layar digital. 

Penggunaan gadget pada anak-anak sejatinya wajib diselaraskan dengan kebutuhan belajar maupun hiburan yang sehat. 

Perlu dipahami juga bahwa anak yang memiliki garis keturunan bermata minus memang lebih rentan mengalami gangguan serupa. 

Namun, faktor genetik ini bisa diredam, jika orang tua sudah tanggap dan peduli pada kesehatan mata anak, berbagai tindakan pencegahan bisa dilakukan agar tingkat keparahan minusnya tidak terus melonjak.

"Jangan sampai benar-benar minusnya tebal banget dan itu ada yang ngomong ke orang tua, ada yang gak ngomong. Pengaruhnya apa? Pendidikannya. Jadi hal-hal yang mengganggu pendidikannya inilah yang yang perlu kita atasi dengan mengetahui kualitas melihatnya sudah pas atau belum," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dokter Ungkap Alasan Anak Zaman Sekarang Lebih Mudah Mengalami Mata Minus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!