Minggu, 14 DESEMBER 2025 • 11:15 WIB

Jangan Lihat Sembarangan! Ini Cara Aman Jika Ingin Nikmati Gerhana Matahari

Author

Ilustrasi gerhana matahari total (Freepik)

INDOZONE.ID - Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena langit yang paling memukau dan dinantikan banyak orang.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelaskan, gerhana merupakan peristiwa astronomi yang mengubah tampilan dua objek terbesar di langit, yakni Matahari dan Bulan. Namun, keindahan ini juga menyimpan risiko. 

Dikutip dari American Optometric Association, melihat matahari secara langsung saat gerhana tanpa perlindungan khusus, dapat menyebabkan kerusakan mata yang bersifat sementara hingga permanen.

Karena itu, sebelum menikmati momen langka tersebut, penting bagi masyarakat memahami cara aman untuk menyaksikan gerhana matahari.

Mengenal Perbedaan Gerhana Cincin dan Gerhana Total

1. Gerhana Matahari Cincin (Annular Eclipse)

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi. Akibatnya, ukuran Bulan tampak lebih kecil dan tidak menutupi Matahari sepenuhnya. 

Cincin cahaya cerah yang tersisa kemudian membentuk fenomena 'ring of fire'. Gerhana matahari cincin terakhir terjadi pada 14 Oktober 2023.

Baca juga: Dampak Gerhana Matahari Total Bagi Kesehatan Mata

2. Gerhana Matahari Total (Total Solar Eclipse)

Gerhana total terjadi ketika Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari. Pada fase totalitas inilah, masyarakat dapat melihat pemandangan langka berupa korona Matahari. 

Ini merupakan satu-satunya jenis gerhana matahari, yang memungkinkan masyarakat melepas kacamata saat gerhana, dan hanya dilakukan selama Bulan sepenuhnya menutupi Matahari.

Gerhana Matahari Total 8 April 2024

Pada 8 April 2024, jalur gerhana matahari total melintasi beberapa negara bagian di Amerika Serikat, termasuk Texas, Oklahoma, Arkansas, Missouri, Illinois, Kentucky, Indiana, Ohio, Pennsylvania, New York, Vermont, New Hampshire, dan Maine.

Fenomena itu akan menjadi gerhana total terakhir yang dapat disaksikan dari wilayah Amerika Serikat hingga tahun 2044.

Tidak heran, banyak pihak mendorong masyarakat untuk mempersiapkan diri sebelum menyaksikan peristiwa ini.

Detik-detik menjelang terjadinya gerhana matahari. (Dok. Indozone)

Tips Aman Saksikan Gerhana Matahari

Kecuali saat fase total pada gerhana total, melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus dapat merusak mata. Berikut panduan keamanan yang direkomendasikan:

1. Gunakan Pelindung Mata yang Sudah Terstandarisasi

Satu-satunya cara aman untuk melihat gerhana parsial adalah, memakai kacamata gerhana atau solar viewer yang memenuhi standar internasional ISO 12312-2.

Sunglasses, kaca gosong, teleskop tanpa filter, atau filter polarizing tidak aman digunakan.

Periksa kacamata gerhana sebelum dipakai. Jika lensa tergores, sobek, atau rusak, segera buang dan gunakan yang baru.

2. Ikuti Teknik Pengamatan yang Benar

Berdirilah dengan stabil, lalu tutup mata menggunakan kacamata atau solar viewer sebelum menatap ke arah Matahari. Setelah selesai melihat, palingkan wajah terlebih dahulu sebelum melepas pelindung mata.

Jika menggunakan kacamata biasa, kacamata gerhana dapat dipakai di atasnya.

3. Lepas Kacamata Hanya saat Totalitas

Pada gerhana total, kacamata gerhana hanya boleh dilepas ketika Bulan sudah menutupi Matahari secara penuh. Saat cahaya Matahari kembali terlihat, segera kenakan kembali pelindung mata.

4. Periksa Mata ke Dokter Optometri

Jika setelah gerhana kamu mengalami ketidaknyamanan atau gangguan penglihatan, segera konsultasikan diri dengan dokter optometri untuk pemeriksaan menyeluruh.

Perlu diketahui, kacamata gerhana bukan kacamata hitam biasa. Berapa pun tingkat kegelapannya, sunglasses biasa tidak aman digunakan untuk melihat Matahari.

Baca juga: Ini Dampak Gerhana Matahari Cincin bagi Kesehatan Mata

Tanda-tanda Kerusakan Mata akibat Melihat Gerhana Tanpa Perlindungan

Kerusakan mata akibat melihat Matahari (solar retinopathy) biasanya tidak muncul langsung. Gejala bisa muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah paparan.

Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kehilangan penglihatan pusat,
  • Penglihatan tampak terdistorsi,
  • Perubahan persepsi warna.

Semua gejala tersebut perlu ditangani sebagai kondisi darurat, hingga dinilai oleh dokter optometri. Penanganan cepat, dapat membantu mencegah komplikasi serius, termasuk risiko kehilangan penglihatan.

Apabila kamu membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, segera kunjungi dokter mata atau klinik optometri terdekat untuk mendapatkan evaluasi profesional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU