INDOZONE.ID - Jalan cepat merupakan salah satu olahraga yang sering dilakukan banyak orang setiap pagi.
Olahraga ini memiliki sejarah yang panjang, dan juga banyak manfaat yang mungkin banyak belum kamu ketahui.
Menurut buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan karangan Muhajir, jalan cepat bisa didefinisikan sebagai gerak maju langkah kaki sedemikian rupa, sehingga kontak dengan tanah tidak pernah terputus.
Sementara menurut KBBI, jalan cepat merupakan salah satu cabang olahraga atletik, yang dilakukan dengan cara melangkah cepat ke depan, dengan kaki tidak pernah terputus menyentuh tanah.
Bagi sebagian orang, masih ada yang kesulitan membedakan antara jalan cepat dan juga jogging. Padahal, kedua olahraga ini memiliki perbedaan.
Olahraga jalan cepat ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah, untuk memperkuat kardiovaskular, dan dapat menurunkan berat badan.
Namun, sebelum kita membahas lebih dalam terkait manfaat olahraga jalan cepat, Indozone akan memberikan ulasan singkat mengenai sejarah olahraga jalan cepat. Yuk simak!
Baca juga: Rodri Dikabarkan Lebih Pilih Barcelona Jika Tinggalkan Man City, Real Madrid Gigit Jari?
Sejarah Jalan Cepat
Jalan cepat merupakan salah satu cabang olahraga yang bisa dibilang sebagai induk dari cabang olahraga lain.
Hal tersebut karena, pada olahraga ini menitikberatkan pada penggerakan badan dengan menggunakan kaki. Sehingga, tidak heran, jika olahraga ini merupakan cabang olahraga tertua di dunia.
Banyak yang belum tahu, bahwa gerakan atletik ini sudah ada sejak zaman manusia purba. Berbagai aktivitas seperti jalan, lari, lompat, dan melempar, secara tidak sadar merupakan usaha manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan.
Memasuki tahun 390 SM, pembinaan suatu bangsa dipusatkan kepada peningkatan kekuatan fisik, khususnya perkembangan menuju tubuh yang serasi dan harmonis.
Sama halnya dengan aktivitas seperti gimnastik, grammika dan musika. Namun, untuk olahraga jalan cepat, cukup sulit dibedakan dengan olahraga lari.
Olahraga jalan cepat pun semakin berkembang pesat di dunia. Awal berkembangnya olahraga ini tepatnya pada tahun 1867 di London, Inggris.
Namun, semakin berkembangnya olahraga tersebut, jalan cepat mulai dipertandingkan untuk nomor 10 km, pada ajang Olimpiade 1912 lalu.
Kemudian pada tahun 1956, olahraga jalan cepat ditetapkan sebagai cabang olahraga resmi di Olimpiade. Tidak sampai di situ, pada Olimpade 1980 di Moskow, jalan cepat untuk nomor 50 km mulai ditambahkan.
Jalan cepat pun kemudian berkembang di Indonesia. Olahraga ini mulai diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik tahun 1978 lalu.
Saat itu, olahraga ini dipertandingkan untuk putri di nomor 5-10 km. Sementara putra di nomor 10-20 km.
Baca juga: Taylor Swift Dukung Team USA di Olimpiade Musim Dingin 2026, Trio “Blade Angels” Jadi Sorotan Dunia
Manfaat Jalan Cepat Bagi Kesehatan
Olahraga jalan cepat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Hal itu karena olahraga ini menitikberatkan kaki sebagai penggerak tubuh.
Aturan olahraga ini sebenarnya cukup sederhana. Setiap jarak 1 km dalam 12 menit, atau setiap jarak 5 km, bisa ditempuh dalam waktu 1 jam.
Tentunya, banyak yang masih penasaran dengan dampak dari olahraga ini. Berikut, manfaat dari jalan cepat, sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, sebagai berikut:
Baca juga: Tuduhan Rasisme Terhadap Vinicius Jr Membuat UEFA Turun Tangan untuk Penyelidikan
1. Menjaga Berat Badan yang Sehat
Salah satu manfaat dari jalan cepat ini, bisa membantu untuk menjaga berat badan yang sehat. Olahraga tersebut menuntut kamu untuk terus bergerak, khususnya pada bagian kaki.
Jika rutin menjalani olahraga jalan cepat, kamu akan mendapatkan berat badan yang sehat dan ideal.
2. Terhindar Berbagai Macam Penyakit
Dengan rutin olahraga jalan cepat, kamu juga dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Misal, penyakit jantung, kanker hingga diabetes tipe 2.
3. Meningkatkan Fungsi Jantung
Rutin melakukan olahraga jalan cepat juga meningkatkan fungsi jantung. Sebab, dengan rutin olahraga jalan cepat, dapat mengontrol tekanan darah dan juga mengurangi kolesterol.
Karena kedua kondisi tersebut merupakan faktor yang dapat memperbesar resiko penyakit jantung dan stroke.
Baca juga: Jesus Casas Buka Suara soal Intervensi dari Federasi Selama Tangani Timnas Irak
4. Mencegah Osteoarthritis
Selain itu, olahraga jalan cepat juga bermanfaat untuk mencegah penyakit osteoarthritis. Sebab, dengan melakukan aktivitas jalan merupakan bentuk dari latihan beban yang bagus untuk tulang dan otot.
Tidak hanya itu, berjalan juga merupakan kegiatan positif yang mampu menjaga tulang rawan agar tetap sehat.
5. Mengurangi Resiko Kanker
Selain itu, melakukan aktivitas jalan cepat juga bermanfaat untuk mengurangi resiko terkena penyakit kanker. Akan tetapi, olahraga ini juga harus diimbangi dengan pola hidup sehat ya,!
Kamu harus tahu, manfaat jalan cepat dikaitkan dengan berkurangnya peradangan, sistem kekebalan tubuh yang kuat, serta perbaikan metabolisme tubuh yang dapat menghambat sel kanker.
Baca juga: Daftar Lengkap Market Value Klub Liga 1: Persib Bandung Teratas, Diikuti Persija Jakarta!
6. Memperbaiki Suasana Hati
Olahraga jalan cepat juga dapat memperbaiki suasana hati. Karena olahraga tersebut juga dapat mengatasi depresi. Berjalan di taman yang dikelilingi banyak pepohonan tentunya cukup efektif dalam memberikan efek relaksasi.
7. Menurunkan Resiko Terkena Demensia
Terakhir, manfaat jalan cepat juga dapat mengurangi resiko terkena demensia. Hal tersebut karena aktivitas tersebut dapat mengalirkan darah ke otak dan juga menjaga fungsi dan kesehatan otak.
Bahkan menurut sebuah penelitian, berjalan secara teratur dapat mengurangi resiko demensia atau pikun di usia tua.
Itu tadi, sekilas pengertian olahraga jalan cepat, beserta sejarah, dan manfaatnya bagi kesehatan manusia.
Rutin melakukan olahraga jalan cepat di pagi atau sore hari, dijamin bisa menyehatkan tubuh kamu dan membuat diri lebih bugar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: E-Book Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan, Mayoclinic