INDOZONE.ID - Influenza masih sering dianggap sebagai penyakit sepele, meski dampaknya bisa cukup berbahaya bagi tubuh.
Seseorang yang terkena influenza, dapat mengalami kelelahan ekstrem, sakit kepala berat, demam, hingga gangguan pernapasan.
Selain itu, virus influenza juga mudah menular melalui droplet di udara saat orang yang terinfeksi batuk atau berbicara.
Nah, karena dampaknya bisa serius dan penularannya cepat, vaksin influenza menjadi salah satu langkah penting untuk membantu melindungi tubuh.
Pentingnya Vaksin Influenza
Vaksin influenza sangatlah penting dilakukan karena penyakit ini bukan flu yang ringan, seperti bayangan orang-orang.
Pada orang dengan aktivitas padat, seperti sering bepergian atau memiliki penyakit penyerta, influenza bisa mengganggu produktivitas bahkan berisiko membuat seseorang dirawat di rumah sakit.
Oleh karena itu, vaksin influenza perlu dilihat sebagai langkah pencegahan sebelum tubuh benar-benar jatuh sakit.
“Perlu didingat vaksin itu bukan pengobatan ya, tapi insurance jadi vaksin ini sangat penting,” kata Vidi agiorno selaku presiden direktur PT Kalventis Sinergi Farma dalam jumpa pers perlindungan tanpa batas: pentingnya vaksin influnza bagi dewasa dan lansia, dikutip pada Selasa (5/5/2026).
Lebih dari itu vaksin dibilang sangat penting karena perannya yang membantu tubuh memiliki perlindungan lebih awal agar risiko sakit berat bisa ditekan.
Selain itu, perlu diketahui juga vaksin influenza tidak hanya penting untuk anak-anak, tapi orang dewasa, lansia, pekerja aktif, hingga mereka yang sering travelling.
Efek Samping Vaksin Influenza Umumnya Ringan dan Cepat Hilang
Seperti vaksin pada umumnya, vaksin influenza bisa menimbulkan efek lokal di area suntikan. Akan tetapi, efek ini tidak selalu dialami semua orang dan biasanya akan hilang dalam waktu singkat.
Baca juga: Apa Perbedaan Influenza dengan Pilek Biasa? Ini Penjelasannya dan Cara Mencegahnya!
"Beberapa orang mungkin merasakan nyeri, bengkak, atau kemerahan setelah vaksin diberikan. Proses ini disebut efek loka," ujar Prof.Dr.dr Iris Rengganis selaku ketua PERALUMNI.
Selain efek lokal, sebagian orang juga bisa mengalami demam ringan, seperti gejala flu. Tapi, kondisi ini biasanya hanya sementara. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu langsung panik jika muncul keluhan ringan setelah vaksin.
Sebelum vaksin diberikan, tenaga kesehatan biasanya akan menjelaskan kemungkinan efek samping mungkin terjadi.
Dengan begitu, orang yang akan divaksin, bisa lebih siap dan memahami bahwa reaksi ringan tersebut merupakan bagian dari respons tubuh.
Vaksin Influenza Bantu Bentuk Antibodi dan Ringankan Gejala Jika Tertular
Selain memahami efek sampingnya, penting juga mengetahui manfaat vaksin influenza bagi tubuh. Vaksin membantu tubuh membentuk antibodi sehingga seseorang lebih terlindungi dari influenza.
Jika suatu saat tertular, gejala sakit biasanya lebih ringan ketimbang orang yang belum divaksin.
"Respons antibodi itu setiap orang memang bisa berbeda. Ada tubuh yang merespons sangat baik, tetapi ada juga yang tetap berisiko tertular meski sudah vaksin. Namun, perlindungan dari vaksin tetap membantu tubuh menghadapi infeksi dengan lebih siap," ungkap iris.
Lebih dari itu, ada beberapa persiapan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan vaksin influenza.
Baca juga: Tanda-tanda Bayi Kena Influenza dan Cara Penanganannya, Kapan Harus ke Dokter?
Syarat utamanya adalah memastikan kondisi tubuh sedang sehat dan tidak mengalami demam. Dengan kondisi tubuh yang fit, vaksin bisa diberikan dengan lebih aman dengan respons lebih optimal.
Sementara itu, orang dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, tetap bisa mendapatkan vaksin selama kondisinya terkontrol.
Namun, vaksin sebaiknya tidak diberikan kepada orang yang pernah mengalami alergi berat terhadap kandungan vaksin influenza.
Dengan memahami manfaat, efek samping, dan persiapannya, vaksin influenza bisa dilihat sebagai langkah perlindungan yang penting. Vaksin dapat membantu menurunkan risiko sakit berat karena influenza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan