Ilustrasi orang bekerja di ruangan ber-AC. (Freepik)
INDOZONE.ID – Berada di ruangan yang dingin AC, terlebih saat bekerja, menjadi tempat yang nyaman saat cuaca di luar tengah panas.
Bahkan, banyak pula orang menghabiskan waktu berjam-jam di lingkungan yang sejuk berkat AC.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, tidak sedikit yang mengeluhkan lutut terasa kaku, leher pegal, punggung nyeri, hingga otot yang terasa tidak nyaman setelah terlalu lama berada di ruangan ber-AC.
Lantas, benarkah AC menjadi penyebab utama nyeri sendi?
Ketua dan Ahli Bedah Ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menyampaikan, anggapan penggunaan AC secara langsung menyebabkan kerusakan sendi, tidak sepenuhnya benar.
Justru yang menjadi masalah adalah, kebiasaan saat seseorang berada di ruangan berpendingin udara dalam waktu lama.
Baca juga: Jangan Dianggap Sepele! Nyeri Punggung Kronis Bisa Jadi Gejala Sindrom Sendi Facet, Apa Itu?
Mody menjelaskan, AC tidak secara langsung menyebabkan artritis (radang sendi) maupun degenerasi tulang. Namun, kebiasaan duduk terlalu lama dengan posisi tubuh yang kurang baik di ruangan ber-AC, dapat memicu kekakuan otot dan ketidaknyamanan pada sendi.
"Pendingin ruangan tidak secara langsung menyebabkan artritis atau kerusakan tulang,” ucap Mody, dikutip dari Hindustan Times.
“Namun, gaya hidup sedentari atau kurang bergerak yang sering terjadi akibat terlalu lama berada di ruangan ber-AC dapat memperburuk kekakuan dan nyeri otot," sambungnya.
Banyak orang menghabiskan waktu antara 8 hingga 10 jam duduk di depan komputer dengan postur yang kurang ideal. Kebiasaan ini, dapat menyebabkan otot menegang dan sendi terasa kaku secara perlahan.
Bekerja terlalu lama di ruang ber-AC dikabarkan bisa picu nyeri sendi dan pegal. (Freepik)
Keluhan nyeri sendi akibat udara dingin, lebih sering dialami oleh kelompok usia lanjut. Menurut Mody, hal ini terjadi karena otot dan sendi pada orang yang lebih tua secara alami memiliki daya tahan yang lebih rendah.
Penurunan massa otot, sirkulasi darah yang tidak sebaik saat muda, serta adanya kondisi degeneratif pada sendi, membuat tubuh lebih sensitif terhadap perubahan suhu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times