Ilustrasi lansia terapkan gaya hidup sehat. (Freepik)
INDOZONE.ID - Seseorang yang memiliki kadar gula darah lebih tinggi dari normal, belum tentu bisa didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Bisa jadi itu merupakan prediabetes.
Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari dua dari lima orang dewasa di Amerika Serikat mengalami prediabetes.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Selain meningkatkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2, prediabetes juga dapat memicu berbagai penyakit kronis lainnya.
Bahkan, dikutip dari Medical News Today, banyak penderita prediabetes akhirnya mengalami multimorbiditas. Itu adalah kondisi ketika seseorang memiliki dua atau lebih penyakit kronis secara bersamaan.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA menunjukkan, perubahan gaya hidup, seperti menjaga pola makan sehat, menurunkan berat badan, dan berolahraga secara rutin, lebih efektif dibandingkan obat diabetes metformin dalam mencegah multimorbiditas pada penderita prediabetes.
Baca juga: 5 Manfaat Daun Yakon untuk Kesehatan, Terutama bagi Penderita Diabetes
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami prediabetes antara lain:
Penderita prediabetes berisiko mengalami berbagai penyakit kronis, yang dapat menurunkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.
Menurut dokter spesialis kedokteran keluarga dari Providence Saint John's Health Center di California, David Cutler, multimorbiditas menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan lansia.
Ilustrasi lansia olahraga yoga. (Freepik)
Beberapa penyakit kronis yang sering ditemukan pada kondisi multimorbiditas meliputi:
Penelitian sebelumnya memperkirakan, hingga 95 persen populasi usia 65 tahun ke atas yang menjalani layanan kesehatan primer, mengalami lebih dari satu penyakit kronis.
Penelitian ini menggunakan data dari Diabetes Prevention Program (DPP) dan Diabetes Prevention Program Outcomes Study (DPPOS) yang melibatkan 1.173 peserta dengan prediabetes.
Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today