Kamis, 21 MEI 2026 • 21:00 WIB

Apa Itu Zero Fluoroscopy yang Jadi Terobosan untuk Pasien Kelainan Jantung?

Author

Ilustrasi pemeriksaan terhadap anak dengan kelainan jantung (Freepik/DCStudio)

INDOZONE.ID - Kelainan jantung bawaan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan, baik pada anak maupun orang dewasa. Dua kondisi yang paling umum adalah Atrial Septal Defect (ASD) dan Ventricular Septal Defect (VSD). ASD terjadi ketika terdapat lubang pada dinding pemisah serambi kanan dan kiri jantung. Sementara itu, VSD merupakan lubang pada dinding pemisah antarbilik jantung.

Kedua kondisi ini menyebabkan aliran darah di jantung menjadi tidak normal. Akibatnya, kerja jantung menjadi lebih berat dan dapat memicu berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Pada beberapa kasus, lubang berukuran kecil memang bisa menutup sendiri. Namun, jika ukurannya sedang hingga besar, pasien berisiko mengalami gagal jantung, hipertensi paru, keterlambatan tumbuh kembang, hingga infeksi jantung atau endokarditis.

Secara global, prevalensi penyakit jantung bawaan diperkirakan mencapai 8 sampai 10 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Di Indonesia, jumlahnya diperkirakan setara dengan sekitar 50 ribu bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan setiap tahun. VSD menjadi tipe yang paling sering ditemukan pada anak, sementara ASD lebih sering baru terdiagnosis ketika pasien memasuki usia dewasa.

Selama bertahun-tahun, penanganan ASD dan VSD dilakukan melalui operasi bedah terbuka atau prosedur transkateter dengan bantuan fluoroskopi atau sinar-X. Meski efektif, metode ini tetap memiliki risiko akibat paparan radiasi yang berulang, terutama pada anak-anak dan tenaga medis yang terlibat dalam prosedur.

Baca juga: Serangan Jantung Bisa Mematikan dalam 30 Menit, Ini Pentingnya Penanganan Cepat

Mengenal Teknik Zero Fluoroscopy

Perkembangan teknologi medis kini menghadirkan pendekatan baru bernama zero fluoroscopy ASD & VSD closure. Teknik ini memungkinkan penutupan lubang jantung dilakukan tanpa bantuan sinar-X sama sekali.

Sebagai gantinya, dokter menggunakan panduan ekokardiografi real-time seperti Transesophageal Echocardiography (TEE) dan Intracardiac Echocardiography (ICE). Teknologi pencitraan modern, termasuk ekokardiografi 3D, memungkinkan dokter melihat struktur jantung secara detail selama prosedur berlangsung.

Dengan bantuan visualisasi tersebut, dokter dapat memantau ukuran defek, arah aliran darah abnormal, hingga memastikan alat penutup terpasang secara presisi. Pendekatan ini dinilai lebih aman karena menghilangkan risiko radiasi jangka panjang yang selama ini menjadi perhatian pada prosedur konvensional.

Selain bebas radiasi, teknik ini juga dinilai memiliki akurasi tinggi karena pemetaan anatomi jantung dapat terlihat lebih detail dibanding fluoroskopi biasa. Tingkat keberhasilan prosedur juga cukup tinggi dengan komplikasi yang minimal.

Prosedur Ini Aman untuk Anak dan Remaja

Pendekatan tanpa radiasi menjadi keuntungan besar, terutama bagi pasien usia anak dan remaja. Paparan sinar-X dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko kesehatan tertentu, terlebih pada pasien yang membutuhkan tindakan medis berulang.

Sejumlah studi internasional menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penutupan ASD dengan teknik zero fluoroscopy mencapai sekitar 90 hingga 95 persen. Sementara pada kasus VSD, keberhasilannya berkisar 70 hingga 75 persen dan dinilai hampir setara dengan metode berbasis fluoroskopi.

Risiko komplikasi berat seperti kesalahan pemasangan alat atau kerusakan katup jantung juga dilaporkan sangat kecil. Karena itu, teknik ini mulai dipandang sebagai salah satu pilihan paling menjanjikan untuk populasi pediatrik.

Tidak hanya pada anak, metode ini juga dapat diterapkan pada pasien dewasa yang baru mengetahui adanya kelainan jantung bawaan. Pada kelompok dewasa, ASD dan VSD dapat memicu hipertensi paru, gangguan katup jantung, hingga gagal jantung jika tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: Penyakit Jantung Jadi Penyebab Kematian Jemaah Haji Indonesia, Ini 3 Kelainan yang Dialami

Zero Fluoroscopy Punya Akurasi 3D

Pada pasien dewasa, bentuk dan struktur defek jantung sering kali lebih kompleks dibanding pasien anak. Karena itu, visualisasi detail menjadi faktor yang sangat penting dalam tindakan penutupan jantung bawaan.

Teknologi ekokardiografi 3D membantu dokter melihat anatomi jantung dengan lebih akurat sekaligus memastikan perangkat penutup berada di posisi yang tepat. Pendekatan ini membantu meningkatkan keamanan prosedur dan meminimalkan risiko komplikasi selama tindakan berlangsung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan, dr. Yovi Kurniawati, menjelaskan bahwa teknik zero fluoroscopy merepresentasikan perubahan penting dalam dunia kardiologi intervensi. Menurutnya, pendekatan berbasis ekokardiografi real-time tidak hanya meningkatkan keselamatan pasien, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk intervensi jantung tanpa radiasi di masa depan.

Dokter Yovi yang pernah menjalani pelatihan Congenital Heart Disease Transcatheter Intervention di Taiwan itu juga menilai perkembangan teknologi pencitraan dan perangkat penutup jantung akan membuat teknik ini semakin banyak digunakan. Bahkan, saat ini pendekatan tersebut mulai diterapkan di sejumlah pusat layanan jantung, termasuk di RSPI, sebagai bagian dari perkembangan intervensi jantung modern yang lebih minim risiko.

Zero fluoroscopy ASD & VSD closure kini mulai dipandang sebagai langkah baru dalam penanganan kelainan jantung bawaan. Teknik ini menawarkan kombinasi antara keamanan, efektivitas, dan akurasi tanpa perlu paparan radiasi.

Seiring berkembangnya teknologi medis, pendekatan nonradiasi diperkirakan akan semakin luas digunakan untuk berbagai tindakan jantung lainnya. Tidak hanya membantu meningkatkan keselamatan pasien, metode ini juga memberi kenyamanan lebih baik bagi tenaga medis yang melakukan prosedur secara rutin.

Dengan hasil yang menjanjikan, teknik zero fluoroscopy membuka harapan baru bagi pasien jantung bawaan di berbagai usia. Penanganan yang lebih aman dan minim risiko diharapkan dapat membantu pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Frontiers.in.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU