Kamis, 28 MEI 2026 • 18:35 WIB

Kenapa Vagina Terasa Gatal? Simak Penyebab yang Sering Terjadi

Author

Ilustrasi Vagina Terasa Gatal. (Freepik)

INDOZONE.ID - Rasa gatal di area kewanitaan memang membuat tidak nyaman. Banyak orang langsung mengira penyebabnya infeksi jamur, padahal vagina gatal bisa dipicu banyak hal.

Maka dari itu, cara mengatasinya juga tidak bisa asal dan penyebab harus diketahui terlebih dahulu agar penanganannya tepat.

Baca juga: Penelitian Ungkap Perempuan Lebih Rentan Demensia, Ini Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Vagina Gatal yang Sering Terjadi

1. Infeksi Jamur

Ini jadi penyebab paling umum vagina terasa gatal, biasanya dipicu jamur Candida albicans yang tumbuh berlebihan di area vagina.

Selain gatal, infeksi jamur juga sering membuat area kewanitaan terasa panas, perih, dan muncul keputihan lebih banyak. Dalam beberapa kasus, keputihan juga bisa menggumpal seperti susu.

Kondisi ini lebih mudah muncul saat daya tahan tubuh menurun, habis minum antibiotik, atau saat hamil.

2. Iritasi dan Reaksi Alergi

Beberapa produk kewanitaan yang mengandung parfum juga bisa membuat area sensitif jadi iritasi dan terasa gatal. Bahkan, bahan celana dalam tertentu juga bisa memicu reaksi pada sebagian orang.

Baca juga: Daftar Pantangan Makanan bagi Penderita Penyakit Jantung, Apa Saja?

3. Penyakit Menular Seksual

Vagina gatal juga bisa jadi tanda penyakit menular seksual atau PMS.

Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti:

  • Keputihan berbau nggak sedap
  • Warna keputihan berubah jadi hijau atau abu-abu
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Luka atau benjolan di area intim

Beberapa PMS yang bisa menyebabkan gatal antara lain:

  • Herpes
  • Klamidia
  • Gonore
  • Trikomoniasis
  • Kutil kelamin

Karena gejalanya mirip dengan infeksi biasa, penting untuk periksa ke dokter agar tidak salah penanganan.

4. Ketidakseimbangan Hormon

Saat hormon estrogen menurun, area vagina bisa jadi lebih kering dan mudah terasa gatal.

Kondisi ini cukup sering dialami perempuan yang memasuki masa menopause. Karena vagina jadi lebih kering, area intim pun lebih sensitif dan terasa tidak nyaman.

Baca juga: Mitos vs Fakta: Benarkah Daging Kambing Kurban Bikin Darah Tinggi?

5. Bacterial Vaginosis

Bacterial vaginosis terjadi saat jumlah bakteri baik dan bakteri jahat di vagina jadi tidak seimbang.

Gejalanya mirip infeksi jamur, tapi biasanya disertai:

  • Keputihan abu-abu atau putih
  • Bau amis yang cukup kuat
  • Area vagina terasa nggak nyaman

Karena gejalanya mirip, banyak orang salah mengira ini infeksi jamur biasa.

6. Penyakit Kulit

Beberapa penyakit kulit seperti eksim atau psoriasis juga bisa menyerang area sekitar vagina. Akibatnya, kulit jadi merah, kering, mengelupas, dan terasa gatal terus-menerus.

Cara Mengatasi Vagina Gatal

Biasanya dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan kondisi yang dialami, misalnya:

  • Obat antijamur untuk infeksi jamur
  • Antibiotik untuk infeksi bakteri
  • Antivirus untuk penyakit tertentu
  • Obat alergi atau anti radang
  • Terapi hormon jika dipicu menopause

Obatnya bisa berupa salep maupun obat minum, tergantung tingkat keparahannya.

Baca juga: Batuk sampai Mual dan Muntah? Simak Penyebabnya

Jika rasa gatal tidak kunjung hilang, makin parah, atau disertai bau menyengat dan nyeri, jangan ditunda untuk periksa ke dokter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eka Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU