7 Manfaat Cumi-Cumi untuk Kesehatan Tubuh yang Sayang Dilewatkan (Pixabay/TWNN)
INDOZONE.ID - Cumi-cumi bukan cuma terkenal karena rasanya yang lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi yang baik untuk tubuh.
Seafood ini mengandung protein, vitamin B12, selenium, zat besi, fosfor, serta asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan.
Berkat kandungan nutrisi tersebut, mengonsumsi cumi-cumi dalam porsi yang wajar dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.
Tidak heran, jika makanan laut ini sering menjadi pilihan menu yang lezat sekaligus bergizi.
ilustrasi Cumi-cumi (Freepik/ topntp26)
Lalu, apa saja manfaat cumi-cumi untuk kesehatan tubuh? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Cumi-cumi mengandung asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk menjaga jantung. Nutrisi ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam aliran darah kita.
Dengan kadar kolesterol yang terjaga, risiko penyumbatan pembuluh darah bisa ditekan. Aliran darah pun menjadi lancar sehingga jantung bisa bekerja dengan lebih optimal.
Baca juga: 7 Ikan yang Baik untuk Tekanan Darah Tinggi, Apa Saja?
Sebagai salah satu sumber protein hewani yang tinggi, cumi-cumi sangat bagus untuk pertumbuhan otot. Protein ini membantu mempercepat proses pemulihan sel tubuh yang rusak.
Mengonsumsi cumi-cumi secara teratur bisa membantu kamu mendapatkan massa otot yang ideal. Sangat cocok dikonsumsi buat kamu yang sedang rajin berolahraga.
Kandungan mineral penting seperti fosfor dan kalsium melimpah di dalam tubuh cumi-cumi. Kedua nutrisi ini adalah bahan utama yang dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang.
Rutin makan cumi-cumi bisa membantu mencegah risiko osteoporosis atau pengeroposan tulang sejak dini. Tulangmu pun bisa tetap kuat untuk menunjang aktivitas harianmu.
Cumi-cumi kaya akan kalium yang berperan penting dalam mengontrol tekanan darah tubuh. Kalium bekerja aktif untuk mengurangi efek buruk dari konsumsi garam atau natrium.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline