Selasa, 07 JULI 2026 • 21:15 WIB

Jangan Abaikan, Berbagai Faktor Ini Bisa Meningkatkan Risiko Autoimun

Author

Ilustrasi Faktor Risiko Autoimun. (Freepik)

INDOZONE.ID - Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel dan jaringan yang sehat. Padahal, tugas utama sistem imun adalah melindungi tubuh dari virus, bakteri, dan berbagai penyebab penyakit.

Hingga kini, penyebab pasti autoimun memang belum diketahui. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diyakini bisa membuat seseorang lebih berisiko mengalami penyakit ini. Yuk, kenali apa saja faktor risikonya.

Baca juga: Rahasia Bugar Usia 40 Tahun ala Ronaldo, Ini Kebiasaan yang Wajib Ditiru!

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Autoimun

1. Kebiasaan Hidup yang Kurang Sehat

Kebiasaan merokok dan sering minum minuman beralkohol bisa berdampak pada sistem kekebalan tubuh.

Dalam jangka panjang, keduanya dapat memicu peradangan dan membuat sistem imun bekerja tidak sebagaimana mestinya.

2. Faktor Keturunan

Jika ada orang tua atau anggota keluarga yang memiliki penyakit autoimun, risiko bisa lebih tinggi. Hal ini karena ada faktor genetik yang memengaruhi cara kerja sistem kekebalan tubuh.

3. Sering Terpapar Polusi

Paparan polusi udara setiap hari, mulai dari asap kendaraan, asap pabrik, hingga pembakaran sampah atau hutan, juga bisa berdampak pada kesehatan.

Jika terjadi terus-menerus, polusi dapat mengganggu sistem imun dan meningkatkan risiko autoimun.

Baca juga: Kenapa Orang Bisa Terinfeksi Salmonella? Kenali 4 Penyebab Ini!

4. Pernah Mengalami Infeksi Tertentu

Beberapa virus dan bakteri diduga dapat memicu munculnya penyakit autoimun. Saat tubuh melawan infeksi, sistem imun terkadang keliru mengenali sel tubuh yang sehat sehingga ikut menyerangnya.

5. Stres yang Tak Kunjung Reda

Stres berkepanjangan ternyata bukan hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga sistem kekebalan tubuh.

Jika dibiarkan terus-menerus, keseimbangan sistem imun bisa terganggu dan memicu peradangan.

Baca juga: 7 Cara agar Haid Cepat Selesai secara Alami dan Aman

6. Kurang Asupan Nutrisi

Tubuh membutuhkan vitamin D dan zat besi agar sistem imun tetap bekerja dengan baik. Jika asupannya kurang, fungsi kekebalan tubuh bisa ikut terganggu sehingga risiko autoimun menjadi lebih besar.

7. Paparan Obat atau Bahan Kimia Tertentu

Dalam beberapa kasus, obat-obatan seperti antibiotik, statin, obat tekanan darah, hingga antidepresan dapat memicu gangguan autoimun sebagai efek samping.

Selain itu, paparan bahan kimia tertentu dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi kerja sistem imun.

Jenis Penyakit Autoimun

Ada banyak jenis penyakit yang termasuk autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, sindrom Sjögren, penyakit Graves, vaskulitis, hingga penyakit radang usus.

Meski belum ada cara yang benar-benar bisa mencegah autoimun, kamu tetap bisa menurunkan risikonya dengan menjalani pola hidup sehat.

Baca juga: 7 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Jantung, Simak Daftarnya

Mulai dari makan makanan bergizi, rutin olahraga, tidur yang cukup, mengelola stres, tidak merokok, membatasi alkohol, hingga memakai masker saat kualitas udara sedang buruk.

Jika memiliki riwayat autoimun dalam keluarga, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kondisi bisa terdeteksi lebih awal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU