Ilustrasi rumah bersih. (Unsplash/Kara Eads)
INDOZONE.ID - Rumah yang bersih dan bebas debu memang impian banyak orang, tapi apakah kamu tahu bahwa ada beberapa area yang sering terabaikan saat bersih-bersih?
Debu adalah partikel-partikel kecil yang dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk tanah, kulit manusia, rambut, pakaian, dan lain-lain.
Debu dapat menjadi masalah kesehatan karena dapat memicu reaksi alergi dan memperburuk kondisi pernapasan.
Untuk mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan debu, penting untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menggunakan penyedot debu yang efektif, dan menghindari paparan debu yang berlebihan.
Baca juga: Peneliti Ungkap Debu Sahara Jadi Nutrisi Penting Kehidupan Laut, Penyelamat Pemanasan Global
Salah satunya adalah Midea V12, vacuum robot canggih dengan sistem penyedotan, pel, pencucian mop, hingga pengeringan otomatis, semua dilakukan tanpa campur tangan pengguna.
Berikut tiga titik rumah yang sering terlewat saat membersihkannya:
Posisi rendah membuat bagian ini sulit dijangkau dengan alat biasa. Debu dan rambut sering menumpuk, tak terlihat, dan jarang dibersihkan.
Dengan desain ramping dan sensor pintar, Midea V12 dapat menyusup ke kolong perabot dan membersihkannya secara menyeluruh tanpa menabrak atau macet.
Skirting dinding atau ujung-ujung ruangan kerap diabaikan karena dianggap sepele. Tapi, di situlah debu sering mengendap.
Karpet terlihat bersih di permukaan, tapi bagian bawahnya bisa jadi sarang debu. Fitur Auto Carpet Boost di V12 otomatis meningkatkan daya hisap saat berada di atas karpet, memastikan pembersihan lebih dalam tanpa harus mengangkat karpet secara manual.
Ilustrasi alat pembersih rumah. (Press Release) (Press Release)
Bagi khalayak umum, pasti sering kali mengklaim bahwa rumahnya sudah bersih, namun siapa sangka? Rumah yang kita anggap bersih ternyata masih menyimpan sisa kotoran dan debu yang mengendap di sela-sela rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release