Ilustrasi hubungan yang retak karena komunikasi. (freepik)
INDOZONE.ID – Belakangan ini banyak pasangan yang hubungannya retak karena komunikasi justru muncul dari hal-hal yang tampak sepele. Komunikasi tidak sehat dalam hubungan tidak selalu berupa pertengkaran besar.
Terkadang, kebiasaan komunikasi yang bisa merusak hubungan terjadi dalam bentuk yang tak disadari. Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini bisa memberikan dampak komunikasi buruk pada hubungan, membuat kita merasa diabaikan, disalahpahami, atau bahkan tidak dihargai.
Agar kamu lebih waspada, berikut lima kebiasaan komunikasi yang bisa merusak hubungan, lengkap dengan cara mengatasinya tanpa memperburuk keadaan.
Baca juga: 8 Kebiasaan yang Bisa Merusak Reputasi Pria, Wajib Dihindari!
Ilustrasi berdebat dengan pasangan karena komunikasi. (freepik)
Pernah merasa lawan bicara langsung memotong atau menanggapi tanpa mendengarkan secara utuh? Ini termasuk salah satu contoh komunikasi tidak sehat dalam hubungan. Mereka hanya fokus untuk bereaksi, bukan memahami isi pembicaraan. Akibatnya, kamu merasa pendapatmu tidak dianggap.
Cobalah hadapi dengan tenang. Katakan, “Gimana kalau kita saling mendengarkan dulu sebelum memberi tanggapan? Biar komunikasi kita lebih sehat.”
Salah satu kebiasaan komunikasi yang bisa merusak hubungan adalah ketika lawan bicara selalu mengalihkan topik dan membahas dirinya sendiri. Kamu yang awalnya ingin berbagi cerita malah merasa tersingkirkan karena obrolan selalu berakhir tentang mereka.
Jika ini terus berulang, kamu bisa berkata dengan sopan, “Aku juga ingin berbagi cerita. Boleh kita bahas itu dulu sebentar, ya?”
Baca juga: 5 Tanda Terlalu Mendominasi dalam Hubungan, Waspada!
Kebiasaan komunikasi yang satu ini cukup berbahaya. Saat ada perbedaan pendapat, mereka malah menyerang pribadimu, mulai dari nada bicara hingga karakter.
Padahal, masalahnya bisa dibahas tanpa perlu menyerang secara personal. Ini termasuk bentuk komunikasi tidak sehat dalam hubungan yang kerap memicu jarak emosional.
Untuk meredakannya, katakan dengan tenang, “Aku nggak bermaksud menyerang, aku cuma punya pandangan yang berbeda.” Bila terus berulang, jangan ragu menetapkan batasan komunikasi yang tegas.
Dampak komunikasi buruk pada hubungan juga bisa muncul dari kebiasaan menyalahkan orang lain atas perasaannya sendiri. Ucapan seperti “Kamu nggak pernah ngerti aku,” atau “Kamu selalu bikin aku sedih,” bisa membuatmu enggan menyampaikan kejujuran karena rasa bersalah yang dipaksakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.com