Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 30 JULI 2025 • 11:52 WIB

Pasanganmu Sering Menghilang Gak Ada Kabar? Tandanya Kamu Kena Sindrom Banksying

Pasanganmu Sering Menghilang Gak Ada Kabar? Tandanya Kamu Kena Sindrom BanksyingIlustrasi toxic relationship (Unsplash/fizkes)

INDOZONE.ID - Pasanganmu tidak lagi terbuka seperti dulu. Atau bahkan sering menghilang gak ada kabar?

Jangan menormalisasi kebiasaan ini, karena tandanya kamu kena sindrom banksying.

Awalnya dimulai mempermasalahkan hal-hal kecil dan suka menyalahkanmu. Lalu dia juga sering menghindari pembicaraan serius tentang arah hubungan.

Ghosting vs Banksying: Mana yang Lebih Menyakitkan?

Keduanya sama-sama menyakitkan, karena hubungan ini gak sehat. Bedanya, ghosting terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Pelaku ghosting menghilang begitu saja—meninggalkan kebingungan dan luka.

Sementara banksying adalah versi yang lebih smooth. Pasanganmu masih anggap kamu ada, tapi komunikasinya kurang. Bahkan kamu sering dicuekin, gak pernah ngabarin, atau di-chat balasnya lama bisa berhari-hari.

Baca juga: Karyawan Happy CEO Ketahuan Selingkuh di Konser Coldplay: Karama Bos Toxic!

Apa Itu Banksying?

Istilah banksying merujuk pada perilaku toxic dalam hubungan. Pasanganmu bakal menarik diri secara emosional tanpa komunikasi yang jelas. Gak ada kata-kata putus, gak ada penjelasan, hanya menarik diri pelan tapi pasti.

Kata banksying terinspirasi dari seniman jalanan asal Inggris, Banksy, yang dikenal dengan karya-karyanya yang mendadak muncul di ruang publik lalu menghilang tanpa jejak atau pengumuman. Sama halnya, seseorang yang melakukan banksying perlahan menghilang secara emosional dari hubungan tanpa pernah menyatakan ingin mengakhiri hubungan tersebut.

Kenapa Pasangan Tega Ngelakuin Ini?

Menurut seorang Coach Relationship Pratik Jain, banyak orang tidak diajarkan cara berkomunikasi yang sehat dalam konteks hubungan percintaan. Saat dihadapkan pada situasi sulit, mereka cenderung memilih jalan aman, yaitu menarik diri.

“Saat seseorang ingin mengakhiri hubungan, mereka tahu komunikasi langsung bisa memicu konflik, ketegangan, dan drama. Jadi, menarik diri secara perlahan dianggap lebih aman, setidaknya bagi pihak yang melakukannya,” jelas Pratik, dilansir Hindustan Times. 

Baca juga: Berani Keluar dari Hubungan Toxic, Nathania Ardelia Rilis Lagu "Harus Pergi"

Kehilangan dalam hubungan memang menyakitkan. Tapi kehilangan tanpa kejelasan jauh lebih menyiksa. Jika kamu merasa berada di posisi ini, ingatlah bahwa kamu layak mendapat komunikasi yang jujur, dan hubungan yang sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pasanganmu Sering Menghilang Gak Ada Kabar? Tandanya Kamu Kena Sindrom Banksying

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!