Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 08:05 WIB

Mengapa Kita Ingin Cantik Meski Standarnya Berbeda-Beda?

Mengapa Kita Ingin Cantik Meski Standarnya Berbeda-Beda?ilustrasi perbedaan defisini cantik 

INDOZONE.ID - Kita semua mungkin pernah mikir, “Kenapa sih semua orang berlomba-lomba pengen cantik?” 

Jika dipikir lagi, definisi cantik itu beda di dunia misalnya tren Korea dan Brazil sangat jauh berbeda. 

Di Indonesia sendiri, tren kecantikan juga terus berubah, dari kulit putih glowing sampai tren bibir peachy. Tapi... kenapa ya, keinginan buat tampil menarik itu kayak universal? Yuk, kita kulik pelan-pelan.

Baca juga: Momen Ketika Orang Tua Gen Z Punya Anak Ikutan Pawai HUT RI Ke-80 Tahun

1. Kecantikan Itu “Mata Uang Sosial”

Percaya nggak percaya, jadi cantik itu punya privilege tersendiri. Orang yang dianggap menarik biasanya dapet perlakuan lebih baik, entah di sekolah, tempat kerja, bahkan saat dilayani di toko. 

Ini bukan asumsi semata loh...banyak studi yang membuktikan hal ini. Jadi nggak heran kalau banyak yang ngerasa harus "upgrade penampilan" biar lebih dihargai.

2. Media dan Sosial Media Bikin Standar Baru

Kita hidup di era scroll tanpa henti. Dari TikTok, Instagram, sampai YouTube, wajah-wajah cantik berseliweran tiap hari. 

Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri dan merasa “Duh, kok gue nggak kayak gitu ya?”

Padahal, yang kita lihat belum tentu nyata. Filter, editan, dan pencahayaan bisa mengubah banyak hal. 

Tapi tetap aja, ekspektasi terbentuk. Dan boom, muncullah tekanan buat memenuhi standar kecantikan yang dibentuk layar.

Baca juga: Demi Bisa Terbang Bareng Anak, Pilot Senior Ini Rela Pindah Maskapai dan Jadi Junior

3. Cantik Sama Rasa Aman dan Penerimaan

Banyak orang ngerasa lebih percaya diri ketika merasa cantik. Rasanya kayak punya pelindung. 

Nggak cuma soal dipuji, tapi juga merasa layak dicintai, diterima, dan dihargai. Kecantikan jadi simbol rasa aman, bukan cuma tampilan luar semata.

4. Walau Beda-Beda, Semua Ingin Dianggap “Menarik”

Menarik itu relatif. Di Jepang, kulit pucat dan mata besar digemari. Terus di Afrika, tubuh berisi lebih dipandang sebagai simbol kesuburan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Discovermagazine.com, Icdo.at, Novomed.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengapa Kita Ingin Cantik Meski Standarnya Berbeda-Beda?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!