Ilutrasi mahasiswa ikut beasiswa universitas luar negeri. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sebuah fenomena mengkhawatirkan terjadi di China pada saat ini. Ya, banyak warga China yang memiliki Pendidikan tinggi, harus berkerja tidak sesuai keinginan mereka.
Hal tersebut terjadi lantaran keterbatasan lowongan kerja yang sedang melanda di 'Negeri Bambu' tersebut. Bahkan banyak lulusan S2 dan S3 di China yang justru harus menerima kenyataan berkerja sebagai pelayan di sebuah restoran.
Baca juga: Meski Lumpuh Total, Mahasiswa Korea Ini Raih Gelar Master dengan Menulis Pakai Kedipan Mata
Hal tersebut seperti yang dialami oleh pria asal China bernama Sun Zhan. Tak ada yang menyangka, pria 25 tahun ini adalah lulusan magister keuangan, dengan impian awal menjadi bankir investasi.
Kini, Sun Zhan lebih banyak membawa nampan dibanding kalkulasi obligasi sesuai jurusannya pada saat masih mengenyam pendidikan di kampus.
“Saya mencari pekerjaan impian, tapi tak membuahkan hasil,” ujar Sun kepada South China Morning Post (SCMP), yang kini diam-diam menabung ilmu untuk membuka restoran sendiri.
Baca juga: BB Naik Gak Wajar hingga Sering Mual? Awas Itu Peringatan Gagal Jantung yang Sering Diabaikan
Sun Zhan bukan satu-satunya, dari pembersih jalan dengan gelar perencanaan lingkungan, hingga sopir pengantar barang lulusan filsafat, melansir dari BBC, gejala overqualification makin kentara di China.
Bahkan, seorang lulusan doktor dari Universitas Tsinghua salah satu kampus terbaik di Asia dilaporkan melamar sebagai petugas polisi tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: China Morning Post