Ilustrasi ibu menyusui. (photo/Unsplash/Dave Clubb/ilustrasi)
INDOZONE.ID - Mengakhiri Pekan Menyusui Sedunia 2025, Health Collaborative Center (HCC) mengungkap laporan studi bertajuk “Persepsi dan Dukungan pada Ibu Menyusui di Tempat Umum”. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata gen z banyak yang gak nyaman kalau melihat ibu menyusui di ruang publik.
Stop normalisasi hal itu, karena ibu menyusui butuh dukungan di mana saja, demi kelancaran ASI-nya. Menyusui bayi itu merupakan kebutuhan mutlak, karena ASI adalah makanan utama si kecil.
Baca juga: Pekan ASI Sedunia, PKK Provinsi Lampung Berkomitmen Cegah Stunting Lewat Dukungan Ibu Menyusui
Dokter Ray Wagiu Basrowi. (Indozone/Dewi)
Hasil studi online yang melibatkan 731 responden menemukan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia masih memiliki persepsi negatif atau kontra terhadap ibu yang menyusui di ruang publik. Atau hampir 30 persen 30% responden menyatakan tidak nyaman, dan 29,7% merasa gelisah saat melihat ibu menyusui di tempat umum.
Termasuk perempuan perempuan usia muda di bawah 30 tahun. Mereka banyak yang menganggap kalau ibu menyusui itu mengganggu.
“Dari hasil analisis kita ini anak muda gen z mereka punya pendapat kontra dominan, gak nyaman secara visual. Menurut anak gen z sekarang privasi paling penting dan menyusui itu bikin mereka ga nyaman, padahal pengetahuan sekarang itu lebih bagus,” ujar Peneliti Utama dan Pendiri Health Collaborative Center Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, di Jakarta.
Baca juga: Tips Menyusui dan Cara Menyimpan ASI dengan Aman saat Bepergian, Ibu Muda Harus Tahu!
Alih-alih banyak juga orang yang tidak nyaman melihat ibu menyusui di tempat umum. Termasuk di kafe, restoran, mal, transportasi umum, juga tempat publik lain.
Tapi berbeda halnya kalau mereka adalah sama-sama ibu menyusui. Mereka sudah merasakan self experience, soal bagaimana perjuangannya menyusui dan gak didukung orang-orang sekitar.
Sudah saatnya gen z ini gak jadi reg flag bagi ibu menyusui. Sebab, ditegaskan Dr Ray, menyusui itu perilaku ilmiah, sama seperti orang makan dan minum.
“Tugas kita edukasi mereka karena mereka juga akan mengalami somehow dan kamu akan menghadapi kesulitan yang sama saat mereka sudah menyusui. Jadi normalisasi menyusui di tempat umum karena sama saja memberi makan anak,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan