Sumpit kayu yang biasa ada di mie balap. (Indozone/Rahmi)
INDOZONE.ID - Etika tidak lepas dari kehidupan masyarakat, baik tradisional maupun modern. Di dalam etika terdapat moral, kebiasaan, serta adat istiadat yang mengatur manusia dalam bertingkah laku. Etika dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat makan yang disebut dengan table manner.
Dalam ajaran Konfusianisme Asia Timur, table manner merupakan bagian dari kebudayaan. Saat makan, kita perlu menyiapkan alat makan seperti sendok, garpu, maupun sumpit. Dalam kebudayaan Asia Timur, sumpit sangat erat kaitannya dengan makna simbolik pada makanan.
Baca juga: Produk Sumpit Buatan Palangka Raya Laris Manis Diekspor ke Jepang Selama 12 Tahun
Sumpit atau sepit (Hanzi: 筷子 kuàizi) adalah alat makan yang berasal dari Asia Timur, berbentuk dua batang kayu dengan panjang yang sama, dan digunakan dengan cara dipegang di antara jari-jari salah satu tangan.
Dalam budaya masyarakat Jepang, sumpit memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing. Ada sumpit yang terbuat dari kayu, stainless steel, dan bambu. Haryati (2013) mengungkapkan bahwa pada masyarakat Jepang, sumpit yang digunakan untuk makan sehari-hari disebut nuri bashi. Sumpit yang digunakan untuk mengambil makanan di piring disebut toribashi. Sumpit sekali pakai dinamakan waribashi. Sumpit untuk memasak disebut saibashi, sedangkan sumpit yang digunakan pada saat perayaan disebut iwaibashi.
Ilsutrasi Memakai Sumpit (unsplash.com/@prastikaher)
Dalam penggunaannya, terdapat beberapa etika yang tidak boleh dilanggar, antara lain: sumpit tidak boleh diposisikan berdiri tegak karena memiliki makna simbolis kematian atau berduka untuk menghormati orang yang telah tiada, tidak boleh menusukkan makanan secara sembarangan, serta tidak boleh menghisap sup dengan sumpit.
Baca juga: Peneliti Jepang Kembangkan Sumpit Listrik untuk Tingkatkan Rasa Asin Tanpa Menambah Garam
Sumpit dalam kebudayaan masyarakat Asia Timur memiliki nilai simbolis yang tinggi. Mereka sangat menghargai makanan, oleh sebab itu etika dalam memakai sumpit bagi masyarakat Asia Timur sangat perlu diperhatikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Research Gate