Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 17:09 WIB

Banyak Orang Rela Berkorban Demi Beli Barang Viral, Ini Penjelasannya dari Kacamata Psikologi

Banyak Orang Rela Berkorban Demi Beli Barang Viral, Ini Penjelasannya dari Kacamata PsikologiIlustrasi antrean beli barang viral. (Dewi/Indozone)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih Kamu lihat orang rela bangun pagi-pagi, ngantri panjang banget, sampai capek-capek cuma buat beli barang yang tiba-tiba viral? 

Mulai dari sepatu limited edition, tas kolaborasi seleb, sampai produk kecantikan yang booming karena rekomendasi influencer. 

Nah, kenapa ya kita sampai rela repot kayak gitu, padahal sebenernya bisa aja beli online nanti? 

Ternyata, ada alasan psikologis seru di balik fenomena ini, lho!

Baca juga: Rahasia Nicholas Saputra Tetap Mindful dan Seimbang di Tengah Hidup Serba Cepat

Apa Itu “Barang Viral” dan Kenapa Bisa Viral

Pertama, barang viral itu biasanya produk yang lagi hits banget dan jadi bahan obrolan, entah karena influencer, media sosial, tren terbaru, flash sale, atau karena stoknya terbatas alias limited edition. 

Keyword yang sering muncul nih: viral product, limited drop, scarcity marketing, influencer endorsement, sama social proof. 

Produk-produk kayak gini bikin orang penasaran, kepo, dan nggak mau ketinggalan tren, makanya rela banget antre panjang dan capek-capek beli.

Baca juga: Hati-hati dengan Keinginan Memahami Semua Orang, Malah Bisa Merugikanmu!

1. Prinsip Scarcity: Barang Langka Itu Lebih Menarik

Salah satu alasan terbesar kenapa orang rela ngantri beli barang viral adalah karena barang itu dianggap langka atau sulit didapat. 

Dalam psikologi konsumen, ada yang namanya prinsip scarcity atau kelangkaan. 

Intinya, barang yang kelihatan langka atau terbatas jumlahnya akan terasa lebih berharga dan bikin orang makin ngincer buat punya.

Misalnya, kalau sebuah brand bilang “limited edition” atau “stok cuma 100 pcs aja”, otomatis orang jadi merasa harus buru-buru beli supaya nggak kehabisan. 

Ini juga terkait sama konsep loss aversion, kita lebih takut rugi atau kehilangan kesempatan daripada senang dapat keuntungan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banyak Orang Rela Berkorban Demi Beli Barang Viral, Ini Penjelasannya dari Kacamata Psikologi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!