Ilustrasi membangun bonding dengan gen alpha. (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak tantangan yang dihadapi orangtua ketika mengasuh gen alpha. Karena paparan teknologi dan menghadapi sikap mereka yang terlalu kritis, terkadang membuat orangtua merasa kewalahan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, perhatian terhadap kesehatan mental anak menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Karena kondisi emosional anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan keluarga, pergaulan, hingga tekanan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Faktanya, mengutip hasil pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 10 persen atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang mendapatkan pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi.
Baca juga: Tips Memilih Botol Minum Terbaik: Ini Rahasia Wadah Anti Bocor dan Bebas Bau
Temuan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan emosional dan peran keluarga sebagai lingkungan terdekat mereka.
Dalam Talkshow Happy Kids Academy 2026 dengan tema “Tumbuh Hebat Bersama Konicare”, Psikolog Ajeng Raviando, Psi mengungkapkan, orangtua harus memahami kondisi emosional anak dalam situasi apapun.
Anak-anak selalu membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung.
“Ketika hubungan antara anak dan orangtua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru,” kata Ajeng di kawasan Gandaria, baru-baru ini.
Baca juga: Mudah Marah karena Hal Sepele? Bisa Jadi Ini Tanda Belum Stabil secara Emosional
Ajeng menekankan bahwa anak yang bahagia lahir dari orangtua yang bahagia. Jadi, saat membangun bonding bukan hanya soal lamanya waktu yang dihabiskan bersama anak, tetapi juga kualitas hubungan yang terjalin.
“Pendampingan ini tentu berawal dari orangtua yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents,” ungkapnya.
Selain itu, orangtua juga harus ingat bahwa mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat. Orangtua harus tetap memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya.
Spesialis Anak (Pediatri), dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked (Ped), Sp.A mengutarakan, cara membangun bonding dengan gen alpha sebenarnya mudah. Namun saat ini tantangannya adalah ketersediaan waktu luang antara orangtua dan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan