Kulit pria dan wanita tidak bisa disamakan. (sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Meski tujuannya serupa yaitu kulit sehat dan tampak menarik, cara merawatnya ternyata berbeda. Saat masih anak-anak, kulit mereka hampir mirip. Namun, ketika pubertas datang, hormon mulai “mengubah segalanya.”
Wanita: estrogen dan progesteron membuat kulit lebih lembap, lentur, dan halus.
Pria: testosteron membuat kulit lebih tebal dan berminyak. Kombinasi ini menjadikan kulit pria memiliki karakter unik.
Baca juga: Teknik Efektif Perawatan Kulit Hormonal Bagi Setiap Wanita
Ciri-ciri Kulit Pria
- Lebih tebal: kolagen yang dipicu testosteron membuat kulit pria sekitar 20% lebih tebal. Namun, seiring bertambahnya usia, kolagen menurun sehingga tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.
- Berminyak dan mudah berjerawat: kelenjar minyak yang lebih aktif menyebabkan kulit pria lebih mudah mengilap dan rentan terhadap jerawat atau komedo.
- Penuaan lambat tetapi tajam: kulit tebal dan kadar sebum tinggi membuat tanda penuaan muncul lebih lambat. Namun, berkurangnya massa otot menyebabkan kantung mata dan kulit kendur tampak lebih jelas.
- Lebih sensitif dan mudah iritasi: aktivitas bercukur dan aliran darah tinggi membuat kulit cepat merah atau mudah terganggu.
- Lebih asam dan pigmentasi lebih tinggi: kulit pria umumnya memiliki tingkat keasaman lebih tinggi, lebih gelap (pigmented), dan bisa terasa kering jika tidak dirawat rutin.
Sementara itu, kulit wanita cenderung lebih lembap dan kenyal berkat hormon yang membantu produksi kolagen serta menjaga elastisitas.
Baca juga: Kulit Wajah Pria Ternyata Lebih Berminyak Dibanding Wanita, Ini Alasannya!
Ciri-ciri Kulit Wanita
- Lebih tipis dan lembut: sekitar 20% lebih tipis dari kulit pria, sehingga terasa halus namun lebih rentan terhadap masalah kulit dan iritasi. Kolagen wanita menurun lebih lambat di awal, tetapi saat menopause, penurunannya meningkat drastis.
- Lebih lembap dan elastis: hormon estrogen membantu menjaga kadar air dan kolagen, membuat kulit tampak kenyal, halus, dan jarang kering.
- Produksi minyak lebih terkontrol: kelenjar minyak tidak seaktif pria, tetapi bisa meningkat saat menstruasi atau stres.
- Lebih cerah dan sensitif terhadap matahari: pigmentasi yang lebih rendah membuat kulit tampak cerah, tetapi lebih mudah terbakar sinar UV.
- Sensitif terhadap perubahan hormon: fluktuasi hormon selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause dapat memengaruhi tekstur dan kelembapan kulit terkadang membuatnya kering, kusam, atau mudah berjerawat.
Lalu, bagaimana cara merawat kulit pria yang mudah dan anti-ribet?
- Cuci wajah rutin: lakukan setiap pagi dan malam menggunakan pembersih wajah lembut sesuai jenis kulit.
- Aplikasikan pelembap: pilih krim atau gel ringan, jangan lupa area janggut juga diberi pelembap.
- Gunakan sunscreen: pria justru lebih sering terpapar sinar matahari dan polusi, jadi wajib memakai sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UV.
- Bercukur secara aman: gunakan pisau cukur tajam dengan gel atau busa cukur. Setelahnya, oleskan pelembap menenangkan seperti aloe vera.
- Rawat dari dalam: konsumsi suplemen nutricosmetic untuk membantu menyeimbangkan kadar minyak, membersihkan pori, dan menjaga kulit tetap kuat.
Dengan langkah sederhana ini, kulit pria bisa tetap sehat, seimbang, dan siap menghadapi aktivitas sehari-hari tanpa ribet. Karena kulit sehat bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal rasa nyaman!