Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 07:30 WIB

Mengapa Tubuh dan Pikiran Butuh Waktu untuk Berhenti? Ini Jawaban Ahli

Mengapa Tubuh dan Pikiran Butuh Waktu untuk Berhenti? Ini Jawaban AhliMedia Gathering #TenangBersamaBlueBird. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID - Masyarakat yang tinggal di kota besar dituntut hidup serba cepat dan mereka terbiasa berpacu tanpa sempat berhenti. Padahal kebiasaan autopilot ini bisa mengganggu emosional kamu.

Tak heran kalau data terbaru menunjukkan bahwa 16% pekerja di Indonesia hidup dalam tekanan emosional. Salah satu pemicunya justru datang dari aktivitas yang paling sering kita lakukan setiap hari, perjalanan menuju tempat kerja.

Menemukan Ketenangan di Tengah Laju Kota

Ruang tenang bukan hanya konsep emosional, tapi juga kebutuhan biologis. Dalam jeda singkat, tubuh dan sistem saraf diberi kesempatan untuk kembali stabil setelah terpapar stres.

Baca juga: Cara Menjaga Pikiran Tetap Tenang di Tengah Dunia Serba Cepat

Psikolog Irma Gustiana menjelaskan, emosi adalah sinyal tubuh. Jika tidak dikelola, dampaknya bisa terlihat pada kualitas tidur, daya tahan tubuh, hingga kemampuan kita untuk fokus. 

“Hanya dengan memberi diri waktu sekitar lima menit untuk tenang, kita sudah membantu tubuh menurunkan aktivitas saraf yang memicu rasa cemas dan lelah,” katanya dalam acara Media Gathering Kampanye #TenangBersamaBluebird di Jakarta.

Lebih lanjut, Irma menambahkan bahwa emosi berbeda dengan perasaan. Emosi adalah reaksi fisiologis yang kompleks, seperti bahan bakar yang mendorong kita bertindak. Ketika stres tinggi, emosi bisa muncul dalam bentuk marah, frustrasi, atau tegang. 

“Sedangkan perasaan lebih merupakan interpretasi dari pengalaman masa lalu. Karena itu, ketika emosi sedang tidak baik-baik saja, langkah sederhana seperti menarik napas panjang dapat membantu tubuh dan pikiran menemukan keseimbangannya kembali,” tambah dia.

Menikmati Jeda dari Hal-hal Sederhana

Pandangan senada disampaikan oleh Seorang Wellness Practitioner Rahne Putri, yang percaya bahwa momen tenang bisa lahir dari hal-hal paling sederhana. Kamu perlu menarik napas dalam, meluruskan kaki, atau membiarkan tubuh bersandar tanpa distraksi bisa jadi penyelamat hari. 

“Kita tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan ketenangan bahkan di dalam perjalanan pun, kita bisa menciptakan ruang kecil untuk berhenti sejenak dari kesibukan,” ujarnya.

Baca juga: Rahasia Tenang Tanpa Obat: Aromaterapi Terbukti Efektif Atasi Stres dan Cemas

Perjalanan yang Lebih dari Sekadar Tujuan

Sementara itu, bagi Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk Monita Moerdani, menciptakan ruang tenang bagi masyarakat saat ini menjadi bagian dari pengalaman mobilitas yang aman, nyaman, dan penuh makna. Ia juga menyadari bahwa perjalanan lebih dari sekadar perpindahan tempat. 

“Ini adalah kesempatan untuk menenangkan pikiran di tengah rutinitas,” tambahnya. Kampanye ini terinspirasi dari kisah The Bird of Happiness, yang menjadi simbol kebahagiaan dan kami ingin menghadirkan kebahagiaan itu kepada masyarakat Indonesia lewat setiap perjalanan,” tutup dia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengapa Tubuh dan Pikiran Butuh Waktu untuk Berhenti? Ini Jawaban Ahli

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!