Ilustrasi terlambat bangun (Unsplash/Riska)
INDOZONE.ID - Kita semua punya jam alarm, bukan cuma yang bunyi di ponsel, tapi juga jam biologis alami yang menempel rapat di tubuh kita.
Tapi anehnya, meskipun ada “alarm internal” ini, banyak dari kita masih suka telat bangun, ngantuk berat pagi-pagi, dan merasa nggak nyambung sama waktu di luar sana.
Kenapa ya? Yuk, kita kulik bareng-bareng!
Tubuh kita punya sistem yang namanya ritme sirkadian semacam jam internal yang ngatur kapan kita tidur, bangun, paling fokus, dan kapan paling ngantuk.
Baca juga: 5 Penyebab AC Honda Brio Kurang Dingin dan Bau Apek yang Harus Kamu Pahami
Salah satu pusat jam ini ada di otak, tepatnya di bagian bernama Suprachiasmatic Nucleus (SCN), yang dapat sinyal dari mata soal terang atau gelap di sekitar kita.
Jadi, saat kita bangun pagi, sebenarnya tubuh kita sudah “dikasih tahu” sama sistem ini untuk bangun.
Tapi, banyak hal yang bikin kita nggak selaras sama “alarm internal” itu, makanya kadang kita tetap ngantuk atau susah bangun.
Jam internal kita sebenarnya idealnya nyambung banget sama siklus terang dan gelap serta aktivitas sehari-hari.
Tapi kalau kita sering begadang, main gadget sampai malam, terus tidur telat, ritme ini bisa mundur atau bergeser.
Baca juga: Tren OOTD Mahasiswa: Gaya Kreatif dan Berani di Kampus
Studi bilang, ritme sirkadian kita nggak persis 24 jam, tapi sekitar 24,3 jam.
Artinya, kalau tiap hari kamu tidur sedikit lebih larut dari waktu “ideal” misalnya jam 12 malam, lama-lama jam biologismu bakal geser ke belakang.
Akibatnya, bangun pagi jadi makin susah karena tubuh masih “ngira” waktunya belum pagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber