Ilustrasi Nemawashi (pearllanguage.org).
INDOZONE.ID - Di banyak negara, menebang pohon menjadi pilihan untuk membuka ruang bagi pembangunan jalan atau infrastruktur lain.
Namun, Jepang punya pendekatan yang berbeda. Di sana, pohon besar yang berada di jalur pembangunan tidak disingkirkan dengan cara ditebang.
Pohon tersebut justru akan dipindahkan ke lokasi baru.
Pendekatan ini tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga filosofi budaya yang menghormati alam sebagai bagian esensial kehidupan manusia.
Baca juga: Bertemu Gubernur Maluku Utara, Siswa Keluhkan Guru Jarang Hadir dan Jam Kosong
Praktik pemindahan pohon di Jepang bukan sekadar masalah teknik, tetapi juga budaya.
Dalam tradisi lokal, tanaman dianggap memiliki nilai lebih tinggi daripada sekadar elemen lanskap terutama pohon tua atau besar.
Beberapa kepercayaan, seperti ajaran Shinto, memandang pohon sebagai entitas yang memiliki kami atau roh alam.
Menebang pohon tanpa pertimbangan dianggap merusak hubungan antara manusia dan lingkungan.
Ini mendorong Jepang untuk mencari solusi yang lebih bijak ketika pembangunan mengancam keberadaan pohon-pohon tersebut.
Baca juga: Rayakan Isra Miraj, Menag Dorong Umat Perkuat Spiritual di Era Modern
Salah satu istilah yang sering disebut dalam konteks ini adalah Nemawashi, yang secara harfiah berarti “mengelilingi akar.”
Proses ini melibatkan penanganan akar secara hati-hati jauh sebelum pemindahan fisik dilakukan.
Dengan begitu, sistem perakaran pohon tetap sehat dan tidak mengalami masalah saat dipindahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Karmactive.com