Komunitas Padel. (Instagram/@blastpadel)
INDOZONE.ID - Padel merupakan olahraga raket yang unik karena mengombinasikan elemen-elemen utama dari tenis dan squash.
Berbeda dengan tenis lapangan pada umumnya, Padel dimainkan di lapangan yang lebih kecil, tertutup oleh dinding kaca atau pagar kawat yang menjadi bagian aktif dalam permainan, pemain diperbolehkan memantulkan bola ke dinding tersebut untuk mengembalikan serangan lawan.
Olahraga ini biasanya dimainkan secara ganda (dua lawan dua) menggunakan raket khusus yang tidak memiliki senar dengan permukaan solid yang berlubang.
Karena karakteristik lapangannya yang tertutup dan penggunaan teknik pantulan dinding, Padel dikenal sebagai olahraga yang sangat dinamis, mengandalkan strategi dan kelincahan dibandingkan sekadar kekuatan otot semata.
Baca juga: 10 Outfit Padel yang Stylish, Auto Keren di Lapangan Tanpa Ribet!
Olahraga padel belakangan ini sangat diminati masyarakat urban Indonesia. Di balik popularitasnya, banyak cerita menarik dari para pelakunya yang awalnya tidak menyangka akan menekuni olahraga ini secara rutin.
Salah satunya datang dari pengalaman seorang penggiat padel yang mengaku awal mula terjun ke olahraga ini hanya karena rasa iseng.
Anissya Wardhani, salah satu Member di Padel Blast mengungkapkan, ketertarikannya pada padel bermula saat diajak teman dan melihat berbagai video orang-orang bermain padel di media sosial.
Meski sebelumnya cenderung menghindari olahraga yang menggunakan alat seperti raket, Padel justru memberikan pengalaman berbeda.
Selama ini, aktivitas fisik yang dilakukannya hanya sebatas lari dan pergi ke pusat kebugaran. Namun sejak mencoba Padel pada tahun lalu, ia merasakan dampak positif terhadap kebugaran tubuhnya.
"Padel itu membantu aku jadi lebih sehat. Kalau aku punya hashtag judulnya #PadelBiarWaras," ujarnya saat dihubungi INDOZONE, Selasa (20/1/2026).
Salah satu wadah yang mempertemukan para pencinta olahraga ini adalah Padel Blast, sebuah komunitas reclub yang terbentuk secara organik sejak pertengahan tahun lalu.
Komunitas ini berawal dari pertemanan di lapangan dan rutin menggelar main bareng (mabar) setiap hari Sabtu dan Minggu.
Meskipun bersifat komunitas, intensitas permainan yang ditawarkan cukup tinggi. Di sini, main bareng bukan hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi benar-benar mencari keringat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara