Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 DESEMBER 2025 • 07:00 WIB

Patah Tulang saat Main Padel? Dokter Ingatkan Risiko Serius jika Diurut

Patah Tulang saat Main Padel? Dokter Ingatkan Risiko Serius jika DiurutCedera padel makin sering terjadi. dr. Giovanno Rachmanda ingatkan risiko fatal jika patah tulang diurut dan pentingnya deteksi dini kesehatan jantung. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Cedera saat main padel mulai sering muncul, terutama karena olahraga ini sedang naik daun di kalangan anak muda urban.

Masalahnya, masih banyak yang memilih “jalan pintas” dengan mengurut patah tulang atau cedera berat ke tempat yang dianggap manjur.

dr. Giovanno Rachmanda memberi peringatan soal kebiasaan tersebut. Menurutnya, cara ini bisa memperburuk kondisi.

"Kadang masyarakat bawa ke tempat yang mudah dipercaya. Ya mungkin kalau ada kepercayaan itu (gpp), ya tapi kalau dekat patah tulang, kayaknya jangan lah. Karena kalau begitu dimodifikasi, ya kalau lurus, bagus. Tapi kalau misalnya dia lagi gak beruntung, pembuluh darahnya terjepit?" tuturnya.

Ia menegaskan, salah penanganan bisa memicu kondisi serius.

"Nanti ada yang namanya kompartemen sinrum. Nah kompartemen sinrum itu, itu udah harus dioperasi. Atau minimal, dia akan ketemu dokter bedah deh, minimal," ungkapnya.

Menurutnya, praktisi terapi yang berpengalaman biasanya langsung merujuk pasien ke rumah sakit jika melihat cedera berat.

“Biasanya yang beruntung sih, langsung di-handle sama kesejahterafi. Oh ini cedera yang gak bisa kita handle, langsung ke rumah sakit,” ujarnya.

Lonjakan Padel

Lonjakan minat terhadap padel membuat kebutuhan edukasi kesehatan semakin penting. Karena itu, Siloam Heart Hospital ikut berpartisipasi dalam The Luxe Cup: Padel Society Showdown 2025 yang digelar 6 Desember di Kula Courts, Alam Sutera.

Acara ini dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan jantung ke komunitas olahraga urban, sekaligus menyediakan dukungan medis langsung di lapangan.

Dalam sesi "Heart-Safe Workout: Apa yang Perlu Anda Tahu?", dr. Giovanno Rachmanda, menyoroti meningkatnya masalah jantung pada kelompok usia produktif, termasuk mereka yang rajin berolahraga.

“Kelompok usia produktif kini semakin banyak ditemukan memiliki faktor risiko tersembunyi seperti stres, pola makan tinggi gula, kolesterol, dan gaya hidup yang tidak seimbang. Olahraga sangat baik, namun perlu diimbangi dengan deteksi dini dan pemahaman tanda-tanda peringatan,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Tags padel
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Patah Tulang saat Main Padel? Dokter Ingatkan Risiko Serius jika Diurut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!