Ilustrasi pasangan yang kehilangan rasa cinta (freepik).
INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu dengar teman bilang, “Dia baik banget sih, tapi bikin aku boring!” Atau mungkin kamu sendiri pernah ngerasain hal serupa?
Ternyata, banyak orang nggak terlalu tertarik sama pasangan yang terlihat “too perfect”: hangat, nyaman, stabil, dan selalu bisa diandalkan. Malah, sebagian orang sering lebih kecantol sama sosok yang penuh tantangan, unpredictable, atau full of drama.
Kenapa bisa begitu? Nah, di artikel ini kita bakal ngulik sisi psikologi hubungan untuk ngerti kenapa sebagian orang justru lebih tertarik sama pasangan yang menantang, padahal pasangan yang baik hati bisa bikin hubungan lebih sehat, nyaman, dan stabil.
Pertama-tama, mari kita jelasin dulu apa yang dimaksud dengan “pasangan baik tapi boring”. Biasanya ini merujuk ke pasangan yang:
Meskipun terdengar ideal banget, beberapa orang justru merasa hubungan seperti ini kurang “sensasi” atau terasa nggak seru, terutama di fase awal percintaan. Ada yang merasa hubungan jadi kurang spicy atau kurang ada dinamika yang menghibur secara emosional.
Baca juga: Pasangan Tiba-Tiba Diam? Ini Cara Mengatasinya dengan Dewasa dan Sehat
Menurut psikologi hubungan, manusia nggak cuma nyari kenyamanan, kita juga sering mencari novelty dan excitement dalam hubungan romantis. Beberapa studi menunjukkan bahwa unsur ketidakpastian dan tantangan bisa memicu sensasi emosional kuat yang sering disalahartikan sebagai ketertarikan romantis.
Fenomena ini mirip kayak kita jadi lebih tertarik ketika ada drama, misteri, atau kesulitan dalam hubungan semacam dorongan emosional yang bikin hubungan terasa seru dan “menggigit”.
Secara biologis, ini juga berkaitan dengan sistem hadiah di otak. Ketika sesuatu nggak pasti, otak bereaksi lebih intens sehingga hubungan terasa menegangkan tapi bikin penasaran. Nah, ini salah satu alasan kenapa hubungan yang penuh ups and downs atau tantangan sering dikaitkan dengan gairah dan ketertarikan tinggi.
Kalau kamu perhatiin di budaya populer, banyak banget cerita cinta yang menampilkan “bad boy/girl” atau karakter yang menentang aturan. Ternyata, ini nggak cuma fantasi film, lho. Di kehidupan nyata, sifat seperti kepercayaan diri yang tinggi, sikap bebas, dan berani ambil risiko sering dianggap menarik. Orang-orang dengan sifat ini kerap punya aura atau kepribadian yang kuat yang bikin mereka lebih “memikat”.
Sebaliknya, sosok yang ramah, tulus, dan stabil, meskipun sangat baik, kadang dianggap “itu aja, itu terus”, sehingga kurang memberi ketegangan emosional yang dicari sebagian orang, terutama di awal-awal hubungan.
Beberapa teori psikologi juga menjelaskan kalau ketertarikan pada hubungan yang penuh tantangan sering terkait dengan attachment style seseorang, yaitu pola bagaimana kita membangun hubungan berdasarkan pengalaman masa kecil atau sejarah emosional sebelumnya (meskipun ini nggak sesederhana cuma “pilihan”).
Misalnya, orang yang terbiasa dengan ketidakpastian atau dinamika emosional tinggi mungkin jadi lebih “tertarik pada drama” karena itu terasa familiar bagi mereka, meskipun sebenarnya tidak selalu sehat untuk hubungan jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes.com, PubMed