c
Tahun Baru Imlek (Photo/Unsplash/Humphrey Muleba)
INDOZONE.ID - Setiap kali menjelang akhir Januari atau awal Februari, suasana kota biasanya mulai dihiasi dengan lampion merah, ornamen naga, dan pohon angpao.
Masyarakat awam sering menyebut momen ini sebagai Hari Raya Imlek, namun bagi komunitas Tionghoa, istilah Sincia juga sangat akrab terdengar.
Lantas, apa sebenarnya arti dari Sincia dan mengapa perayaan itu begitu sakral?
Secara etimologi, kata Sincia berasal dari dialek Hokkien. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu Sin yang berarti "baru" dan Cia yang merujuk pada "bulan pertama" dalam kalender lunar.
Jadi, Sincia secara harfiah berarti "Bulan Pertama yang Baru."
Di negara asalnya, Tiongkok, perayaan ini lebih dikenal dengan sebutan Chunjie atau Festival Musim Semi. Di Indonesia, Sincia sering digunakan secara bergantian dengan istilah Tahun Baru Imlek.
Baca juga: Kapan Imlek 2026 Dirayakan? Ini Shio, Makna, dan Peruntungannya
Sejarah Sincia bermula 3.500 tahun lalu pada masa Dinasti Shang sebagai ritual syukur panen. Di era Dinasti Han, tanggalnya resmi ditetapkan lewat kalender lunar sebagai awal tahun baru yang sakral bagi warga.
Secara mitos, Sincia adalah perayaan kemenangan mengusir monster Nian. Penggunaan warna merah, petasan, dan lampion menjadi simbol tradisional untuk menakuti monster tersebut serta membuang segala nasib buruk.
Kini, Sincia menjadi momen reuni keluarga yang hangat. Tradisi makan malam bersama dan berbagi angpao melambangkan kasih sayang serta harapan agar tahun baru membawa kelimpahan rezeki bagi seluruh keluarga.
Sincia bukan sekadar pesta kembang api atau bagi-bagi angpao. Perayaan ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam:
1. Wujud Syukur dan Harapan
Sincia awalnya merupakan perayaan para petani di Tiongkok untuk menyambut musim semi dan bersyukur atas hasil panen. Kini, maknanya meluas sebagai harapan akan keberuntungan dan rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.
2. Reuni Keluarga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Blog.getandride.com