INDOZONE.ID - Pernahkah Anda merasa lelah luar biasa setelah bekerja seharian, namun saat menengok kembali hasil pekerjaan, rasanya tidak banyak hal signifikan yang terselesaikan? Fenomena ini seringkali bukan disebabkan oleh kurangnya kerja keras, melainkan kesalahan dalam metode kerja. Dalam dunia yang serba cepat ini, kita sering terjebak dalam ilusi "kesibukan" yang dianggap sama dengan "produktivitas".
Padahal, kunci untuk memecahkan masalah tersebut terletak pada satu kata: efisiensi. Lantas, sebenarnya apa itu efisien? Mengapa ia sering disandingkan, namun seringkali tertukar dengan kata efektif? Artikel ini akan mengupas tuntas bahwa efisien adalah jembatan emas yang menghubungkan antara upaya minimal dengan hasil yang maksimal.
Secara etimologi, kata efisien berasal dari bahasa Latin, efficientem (dari kata kerja efficere), yang berarti "menghasilkan", "mengerjakan", atau "menyelesaikan". Dalam konteks modern, efisien adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu atau menghasilkan hasil yang diinginkan tanpa membuang-buang bahan, waktu, atau energi.
Efisien sangat erat kaitannya dengan "cara" atau proses. Sebuah proses dikatakan efisien jika proses tersebut mampu meminimalisir sumber daya (input) untuk mencapai output yang sama atau lebih besar. Dalam ilmu ekonomi dan manajemen, efisiensi adalah perbandingan terbaik antara input (masukan) dan output (hasil). Semakin sedikit input yang digunakan untuk menghasilkan output tertentu, maka semakin efisien proses tersebut.
Baca juga: 4 Tips Mengatur Waktu yang Efisien: Simak, agar 24 Jam Terasa Cukup!
Untuk memahami definisi bakunya dalam bahasa Indonesia, kita perlu merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI, efisien adalah:
Dari definisi tersebut, kata kunci utama dari sikap efisien adalah "tidak membuang-buang". Ini adalah antitesis dari pemborosan.
Menurut S.P. Hasibuan (2006) dalam bukunya Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah, efisiensi adalah perbandingan terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas.
Salah satu kebingungan terbesar yang sering terjadi di masyarakat adalah membedakan antara "efisien" dan "efektif". Keduanya memang saudara kembar dalam produktivitas, namun memiliki DNA yang berbeda.
Jika efisien adalah tentang "melakukan sesuatu dengan benar" (doing things right), maka efektif adalah tentang "melakukan sesuatu yang benar" (doing the right things).
Peter Drucker, bapak manajemen modern, pernah menyederhanakan perbedaan ini dengan kalimat legendarisnya "Efficiency is doing things right; effectiveness is doing the right things."
Ilustrasi sederhananya begini: Anda ingin membunuh seekor lalat di meja.
Mengapa kita harus repot-repot bersikap efisien? Penerapan prinsip efisiensi memiliki dampak sistemik, baik bagi individu maupun organisasi. Berikut adalah tujuan dan manfaat utamanya:
Penerapan efisiensi tidak harus menunggu kita menjadi manajer perusahaan. Dalam rutinitas harian, contoh dari bersikap efisien meliputi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KBBI, Dt Leadership