INDOZONE.ID - Di era digital saat ini, kata "validasi" seolah menjadi primadona baru dalam percakapan sehari-hari. Kita sering mendengar istilah "haus validasi" yang disematkan pada netizen yang gemar pamer di media sosial. Di sisi lain, dalam dunia kerja dan teknologi, "validasi data" adalah prosedur ketat yang tidak boleh dilewatkan. Lantas, apakah kedua hal ini berkaitan? Mengapa manusia dan mesin sama-sama membutuhkan validasi?
Artikel ini akan mengupas tuntas konsep validasi adalah jembatan antara kebenaran dan pengakuan. Mulai dari definisi bakunya di KBBI, penggunaannya dalam bahasa gaul, hingga penerapannya yang krusial dalam metodologi penelitian dan teknologi.
Secara etimologi, kata validasi diserap dari bahasa Inggris validation, yang berakar dari bahasa Latin validus, artinya "kuat", "berdaya", atau "sah".
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), validasi adalah pengesahan atau pengujian kebenaran atas sesuatu. Ini adalah proses pembuktian bahwa suatu data, argumen, atau prosedur sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Namun, validasi memiliki wajah yang berbeda tergantung di mana ia ditempatkan:
Sebelum masuk ke ranah teknis, mari bahas apa yang sering dicari netizen: apa itu validasi kata gaul?
Dalam konteks pergaulan modern, validasi sering diartikan sebagai "pengakuan sosial". Ketika seseorang disebut "haus validasi", artinya orang tersebut memiliki ketergantungan berlebihan terhadap pengakuan eksternal untuk merasa berharga.
Contoh perilaku haus validasi:
Psikolog Carl Rogers pernah menekankan pentingnya Unconditional Positive Regard (penerimaan positif tanpa syarat). Namun, di media sosial, validasi seringkali bersifat transaksional dan bersyarat, yang justru berbahaya bagi kesehatan mental.
Baca juga: Validasi di Media Sosial: Butuh Didengar atau Cuma Cari Likes?
Mengapa validasi itu penting? Baik untuk mesin maupun manusia, tujuan utamanya adalah "kepastian".
Bagi mahasiswa atau peneliti yang bertanya apa saja 4 jenis validasi, berikut adalah klasifikasi standar dalam metodologi penelitian untuk mengukur keabsahan alat ukur (instrumen):
Mengukur seberapa baik instrumen tersebut mewakili semua aspek materi yang hendak diukur.
Contoh:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KBBI