Ilustrasi panduan memilih istri dalam Islam (freepik).
INDOZONE.ID - Pernikahan dalam Islam bukan sekedar soal cinta atau kesiapan finansial.
Lebih dari itu, pernikahan adalah pondasi besar yang akan menentukan arah keluarga, masa depan anak, bahkan kualitas masyarakat.
Karena itulah Islam memberikan panduan jelas tentang bagaimana memilih pasangan hidup, terutama dalam memilih calon istri.
Rasulullah SAW pernah mengingatkan:
“Seorang wanita dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari)
Baca juga: Pernikahan dalam Islam: Etika Relasi, Amanah dan Kasih Sayang Antara Suami dan Istri
Hadist ini bukan melarang mempertimbangkan aspek duniawi, tetapi menegaskan satu hal penting: agama harus berada di urutan teratas. Lalu, apa saja kriteria penting yang perlu dipahami secara seimbang? Berikut penjelasannya.
Ketertarikan pada harta, wajah, atau status sosial adalah hal manusiawi.
Namun Rasulullah SAW secara tegas mengarahkan umatnya agar tidak menjadikan semua itu sebagai standar utama.
Ketakwaan bukan soal simbol luar semata.
Penampilan religius tidak selalu mencerminkan kualitas iman seseorang. Umar bin Khattab r.a. pernah menegaskan bahwa karakter seseorang baru benar-benar terlihat saat berurusan dengan harta, perjalanan, dan hidup bersama.
Prinsip ini berlaku dua arah — untuk calon istri maupun calon suami.
Baca juga: Model Rambut Wanita Effortless Paling Hits 2026: dari Bixie hingga Ghost Waves
Bahkan Rasulullah SAW bersabda kepada para wali: “Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, akan terjadi kerusakan dan fitnah yang besar di muka bumi.” (HR. At-Tirmidzi, hasan)
Artinya, agama dan akhlak bukan hanya preferensi pribadi, tapi juga tanggung jawab sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aboutislam.net