Latifah Kurniawati, petugas kebersihan di SPPG Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. (Ist)
INDOZONE.ID - Di balik postur tubuhnya yang kecil dan keterbatasan fisik yang dimiliki, Latifah Kurniawati (26 tahun), menyimpan tekad besar untuk membantu perekonomian keluarga. Sejak usia muda, ia telah terbiasa memikul tanggung jawab bersama sang ibu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebelum bergabung dengan SPPG Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Latifah berjualan makanan dari rumah secara daring. Ia menawarkan cilok dan aneka jajanan dengan sistem pre-order. Namun penghasilannya tidak menentu, bergantung pada jumlah pesanan yang datang.
“Sistemnya PO, jadi sehari ada yang beli, sehari enggak. Kadang bisa 150,” ujar Latifah saat ditemui di kediamannya yang berada tak jauh dari dapur MBG Polokarto, dikutip Rabu (25/2/2026).
Pendapatan yang fluktuatif membuatnya berharap mendapatkan pekerjaan dengan pemasukan lebih pasti. Kesempatan itu hadir ketika SPPG di wilayahnya membuka lowongan kerja. Awalnya sang ibu yang mendaftar, tetapi karena faktor usia, Latifah yang akhirnya mengikuti proses seleksi.
Baca juga: BGN Perkuat Garda Depan Keamanan Pangan, 10 Ribu Tim Penyedia MBG Ikut Sertifikasi
“Alhamdulillah diterima. Awalnya diwawancara, saya menjawab apa adanya, ya Alhamdulillah diterima,” kenangnya.
Ia kemudian bekerja sebagai petugas kebersihan di SPPG Polokarto. Bagi Latifah, pekerjaan tersebut bukan hanya soal gaji, tetapi juga tentang kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan rasa percaya diri.
“Alhamdulillah senang banget bisa kerja di SPPG Polokarto ini, karena tempatnya dekat, teman-temannya juga baik-baik,” tuturnya.
Latifah Kurniawati, petugas kebersihan di SPPG Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. (Ist)
Latifah merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya meninggal saat ia masih taman kanak-kanak. Kedua kakaknya kini merantau ke Sumatera dan Sulawesi, sementara ia tinggal bersama ibunya.
Dari penghasilan bulanan yang diterima, Latifah kini bisa membantu kebutuhan dapur keluarga. Bahkan, ia berhasil membeli sepeda listrik yang selama ini diimpikannya.
“Alhamdulillah selama kerja di SPPG Polokarto ini, saya bisa membeli sepeda listrik impian saya ini dan bisa membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Baca juga: Momen Haru, Sejumlah Siswa Suapi Anak Spesial dengan Makanan Jatah MBG
Sepeda listrik tersebut menjadi simbol kemandirian sekaligus hasil kerja kerasnya. Lingkungan kerja yang suportif juga memberinya ruang untuk bersosialisasi dan merasa diterima.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release