Ilustrasi Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Kamu nggak sengaja pegang leher dan ngerasa ada benjolan? Tenang dulu, karena nggak semua benjolan di leher itu bebahaya atau tanda penyakit serius.
Banyak kasus benjolan di leher ternyata hanya karena hal biasa, seperti pembengkakan kelenjar getah bening karena flu, kista kecil, lipoma (benjolan lemak), atau bahkan efek sehabis terkena benturan ringan.
Baca juga: 10 Kesalahan Umum Mengukur Tekanan Darah di Rumah, Apa Saja?
Benjolan yang sifatnya jinak ini bisa muncul di anak maupun orang dewasa, dengan ciri-ciri seperti berikut.
Biasanya kalau ditekan terasa empuk atau kenyal, dan bisa digeser sedikit di bawah kulit.
Contohnya lipoma atau kelenjar getah bening yang bengkak karena infeksi ringan. Tapi tetap ingat, tekstur lunak bukan tanda bahwa itu benar-benar aman dan kamu bisa langsung melakukan pemeriksaan jika ragu.
Kalau dalam 2 sampai 4 minggu benjolan nggak membesar, atau malah semakin kecil, biasanya itu pertanda baik.
Baca juga: Tips Mengatur Pola Tidur Selama Puasa, Bikin Tubuh Tetap Produktif
Misalnya habis flu atau radang tenggorokan, kelenjar getah bening bisa bengkak sebentar lalu normal lagi setelah sembuh. Namun jika lebih dari sebulan nggak berubah atau malah semakin besar, kamu harus segera cek ke dokter.
Benjolan jinak biasanya nggak nempel ke jaringan dalam, jadi saat diraba bisa digerakkan. Namun jika terasa keras, kaku, dan seperti menyatu dengan jaringan di dalam, itu perlu lebih waspada.
Benjolan yang nggak berbahaya umumnya nggak dibarengi gejala lain seperti:
Kalau diraba terasa halus dan rata, sering kali itu kista atau lipoma. Kalau permukaannya kasar atau bentuknya nggak beraturan, sebaiknya segera diperiksakan.
Habis kebentur di area leher atau rahang? Bisa saja muncul benjolan sementara. Biasanya, benjolan yang muncul ini nggak sakit dan akan hilang sendiri dalam beberapa minggu.
Benjolan jinak biasanya hanya muncul di satu titik dan nggak tiba-tiba muncul di banyak tempat. Kalau muncul di banyak area dengan cepat, itu tandanya perlu perhatian lebih.
Kulit di atas benjolan biasanya tetap normal dan nggak berubah jadi kebiruan, kehitaman, atau merah mencolok. Kalau sampai berubah warna dan terasa panas, bisa jadi ada infeksi.
Baca juga: Apakah Aman Tidur Setelah Sahur? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh!
Agar semakin paham, ini beberapa jenis yang paling sering muncul.
Bengkak di kelenjar getah bening adalah benjolan yang paling umum. Biasanya karena flu, batuk, atau radang tenggorokan. Benjolannya lunak, bisa digerakkan, kadang sedikit nyeri, dan akan mengecil setelah infeksinya sembuh.
Kista kulit atau kista epidermoid biasanya nggak sakit dan bisa digerakkan. Tapi kalau terinfeksi, bisa jadi merah dan nyeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tzu Chi Hospital